
infrastruktur
JawaPos.com - Tahun 2017 akan segera berakhir. Capaian ekonomi Indonesia di tahun ini juga akan segera berakhir. Banyak penetrasi yang telah dilakukan dalam rangka angka mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Apalagi, tahun ini, pertumbuhan ekonomi ditargetkan bisa mencapai 5,2 persen.
Sayangnya, target tersebut sepertinya tidak akan terealisasi. Sebab, hingga kuartal III-2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,06 persen atau secara tahun kalender sebesar 5,03 persen. Itu artinya, pada kuartal terakhir nanti, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus mencapai 5,4 persen. Sebuah keniscayaan bagi pemerintah dengan kondisi saat ini.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun ini hanya akan tercapai sebesar 5,05 persen.
"Itu artinya pertumbuhan ekonomi mengalami stagnasi karena angkanya hampir sama dengan tahun sebelumnya yakni 5,02 persen," ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (26/12).
Menurutnya, penyebab tidak optimalnya realisasi target pertumbuhan ekonomi tahun ini disebabkan karena konsumsi rumah tangga secara triwulanan melemah dibawah 5 persen. Hal itu terlihat jelas dari banyaknya toko ritel yang gulung tikar.
"Penurunan itu ditunjukkan oleh tutupnya beberapa gerai ritel dan tren masyarakat menyimpan uang di bank. Sementara belanja pemerintah akibat realisasinya tertunda di awal tahun membuat stimulus fiskal terhambat," jelasnya.
Sementara dari sektor investasi, dirinya menilai tahun ini capaiannya masih cukup positif. Hal itu juga didorong oleh kinerja ekspor yang tumbuh 17,16 persen atau sebesar USD 153,9 mliar dibanding tahun sebelumnya.
Investasi masih cukup positif kendati pertumbuhan realisasi investasi asing dari Jan-Sept hanya tumbuh 7,9 persen. Kinerja ekspor itu didorong oleh pemulihan harga komoditas seperti batubara dan minyak kelapa sawit. Tapi perlu dicermati impor juga tumbuh dikisaran 15 persen. Akhirnya net ekspor hanya tumbuh 2 persen," terangnya.
Selain itu, dirinya juga menilai stagnannya pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini disebabkan karena masifnya belanja negara untuk pembangunan infrastruktur. Meski demikian, diharapkan kedepannya dampak pembangunan itu akan terasa signifikan di masa mendatang.
"Stagnasi perekonomian juga disumbang oleh besarnya anggaran untuk pembangunan infrastruktur belum efektif ciptakan lapangan kerja dan produktivitas industri manufaktur," jelasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
