
Ustad Abdul Somad
JawaPos.com - Pengusiran Ustad Abdul Somad ketika kunjungannya ke Hongkong menimbulkan beragam tanggapan sebab tak ada alasan yang jelas dari otoritas Hongkong. Pengusiran sepihak yang yang dilakukan Hongkong itu menyakitkan.
Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengatakan, hal yang terjadi pada Ustad Abdul Somad memang merupakan kewenangan absolut dari Pemerintah Hongkong.
"Di Indonesia pun kita punya ketentuan seperti itu, warga negara asing yang ingin masuk ke Indonesia kalau dianggap membahayakan keamanan negara, tidak akan kita perbolehkan masuk ke negara. Ini merupakan kewenangan absolut dari Pemerintah Hongkong," ujar Hikmahanto kepada Jawapos.com, Senin (25/12).
Dalam kasus ini, biasanya yang melakukan adalah petugas di lapangan yang mencari nama secara acak. Mencari tahu informasi, lalu jika dianggap membahayakan akan tidak diizinkan masuk ke negaranya.
"Masalahnya begini, apakah yang menolak iu adalah otorias tertinggi atau petugas di lapangan. Kalau petugas di lapangan biasanya mencari nama dengan acak, lalu mencari di sosial media atau dari berita tentang orang itu," katanya.
Menurutnya, setelah dicurigai lalu mereka memutuskan untuk mewawancarai penceramah tersebut, ada kemungkinan besar mereka tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari Ustad Abdul Somad. Ini adalah kewenangan petugas di lapangan untuk mengambil keputusan tersebut.
Hikmahanto kemudian mencontohkan ada kasus Jenderal Gatot Nurmantyo yang pernah ditolak masuk AS pada 21 Oktober lalu, padahal ia mempunyai jabatan resmi di panglima TNI. "Pak Gatot Nurmantyo pernah ditolak di AS, padahal beliau punya jabatan resmi sebagai panglima TNI, lagi-lagi ini adalah kewenangan petugas di lapangan."
Sebelumnya, Ustad Abdul Somad dideportasi sepihak oleh Bandara Internasional Hongkong sesaat setelah dirinya mendarat dari pesawat. Petugas imigrasi mencurigai kartu dan nama di dalam ponsel Abdul Somad yang dinilai mengandung unsur keislaman. Ini merupakan sikap islamophobia Hongkong.
Dalam kunjungannya Ustad Abdul Somad berencana untuk mengisi ceramah dalam acara majlis taklim yang diadakan oleh TKI asal Indonesia di Hongkong.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
