
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto
JawaPos.com - Setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto harus menyusun struktur kepengurusan yang baru. Salah satu jabatan yang penting adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen). Jabatan itu harus diisi kader yang mau bekerja secara prfesional dan betul-betu loyal kepada ketua umum.
Ketua Tim Sukses Airlangga Hartarto, Happy Bone Zulkarnain menegaskan, sejauh ini proses pemilihan Sekjen Golkar tidak berpatok kepada kubu-kubu tertentu. Apalagi, terhadap patron klien.
Sebab, saat ini Gokar berorientasi kepada tagline: menuju Golkar bersih. Jadi, tegas dia, tidak ada istilah adanya kubu A, kubu B, atau kubu C. Hal itu juga menanggapi isu adanya kekuatan kubu Jusuf Kalla dan Luhut B Panjaitan yang mengajukan nama untuk Sekjen Golkar.
"Jadi, kalau tagline menuju Golkar bersih, pengertian bersih itu bukan tentang hukum saja atau PDLT, tetapi berkaitan dengan kebutuhan kita terhadap Sekjen yang dipilih itu," kata Happy dihubungi, Minggu (24/12).
Makanya, tegas dia, orientasinya bukan kepada patron klien, tapi sejauh mana calon sekjen memahami Partai Golkar. "Sejauh mana wasasan dia terhadap tujuan dan target partai Golkar," jelasnya.
Apalagi, tambah dia, saat ini sudah memasuki tahun politik. "Kita menggenjot elektabilitas yang selama ini diisukan tinggal 10 persen, kita akan genjot 16 persen minimal," ujarnya.
Makanya, Airlangga akan memilih sekjen mumpuni yang betul-betul berorientasi kepada target mengembangkan dan memoles citra Partai Golkar sehingga bangkit dari keterpurukan.
"Oleh karena itu, kita tidak akan berpijak pada patron klien. Jadi, arahnya ingin memilih sekjen yang sesuai kebutuhan tadi itu," tegas dia.
Dia menambahkan, calon sejen sudah pasti yang profesional, dan bisa memahami suasana kebatinan partai golkar. Menurutnya, saat ini butuh figur yang bisa melakukan konsolidasi dan mempersatukan kader.
"Kemudian yang mau bekerja secara prfesional dan betul-betu loyal kepada ketua umum," tegasnya.
Saat ini, tambah dia, ketua umum diberi waktu satu bulan. Ketum Golkar Airlangga sedang mengkaji, mempertimbangkan, untuk kemudian betul-betul mumutuskan secara selektif dan kualitatif orang yang paling tepat mendampinginya.
"Tentu harus didampingi sekjen yang tepat pula. Sebab sekjen itu motor organisasi. Kalau sampai salah memilih, atau apalagi memilih karena faktor patron klien, itu berbahaya bagi partai Golkar ke depannya," ujarnya.
Saat ditanya adakah nama yang sudah dipilih Airlangga? Dia mengatakan ada banyak nama yang tersebar. "Ada Ibnu Munzir, Ludwijk, Eko Wiratmoko, Agus Gumiwang, Sarmuji, Mekeng, stok kita kan banyak. Ada yang menengah ada yang senior juga. Jadi enak sebetunya kita memilihnya. Bisa digunakan dengan cara profesional," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
