Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Desember 2017 | 10.30 WIB

Setelah Istri dan Anaknya, KPK Juga akan Periksa Kakak Setya Novanto

Setya Novanto ketika akan ditahan - Image

Setya Novanto ketika akan ditahan

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya sedang mendalami keterkaitan keluarga Setya Novanto dengan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP). Sebab, selain istri, anak, dan keponakannya, kakak dari Ketua DPR nonaktif itu, Setyo Lelono akan turut diperiksa.


Namun sayangnya, Setyo tidak hadir dengan alasan sedang berada di luar negeri. "Yang bersangkutan tidak hadir dan meminta penundaan karena sedang berada di luar negeri sampai dengan 6 Januari 2017," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Kuningan, Jakarta, Selasa (19/12).


Soal apa materi pemeriksaannya, anak buah Agus Rahardjo itu enggan membeberkan. Kata Febri, yang jelas sebelumnya penyidik telah melakukan pemeriksaan juga terhadap istri dan mengagendakan pemeriksaan terhadap anak dari Novanto.


Sejauh ini fokus yang ingin diklarifikasi dan didalami adalah terkait dengan kepemilikan saham dan kepemilikan perusahaan PT Murakabi dan PT Mondialindo.


"Untuk saksi Setyo Lelono saya kira nanti saja ketika yang bersangkutan sudah datang dalam proses pemeriksaan dan kami bisa sampaikan beberapa informasi," pungkas Febri.


Dibeberkan dalam dakwaan Novanto, PT Murakabi Sejahtera merupakan milik mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu melalui keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi, istrinya Deisti Astriani Tagor, dan anaknya Rheza. Yakni dengan cara Irvanto membeli saham PT Murakabi Sejahtera milik Vidi Gunawan.


Maka, Irvanto dapat menggantikan posisi Vidi Gunawan yang merupakan Adik Andi Agustinus sebagai Direktur PT Murakabi Sejahtera untuk kemudian diikutsertakan ke konsorsium lelang PNRI.


"Untuk saksi Setyo Lelono saya kira nanti saja ketika yang bersangkutan sudah datang di proses pemeriksaan dan kami bisa sampaikan beberapa informasi," pungkas Febri.


Selanjutnya Deisti dan Rheza membeli sebagian besar saham PT Mondialindo Graha Perdana yang merupakan holding dari PT Murakabi Sejahtera. Deisti memiliki 50 persen, sedangkan Rheza memegang 30 persen saham perusahaan itu. Sementara Dwina menjabat sebagai Komisaris PT Murakabi.


Supaya bisa ikut tender dan memenangkan konsorsium PNRI, PT Murakabi Sejahtera sengaja memasukan jasa usaha pembuatan ID card. Padahal sebelumnya, jasa tersebut tidak ada di Murakabi.


PT Murakabi merupakan salah satu konsorsium yang disiapkan Tim Fatmawati bentukan Andi Agustinus alias Andi Narogong Cs untuk mengikuti tender proyek e-KTP tahun 2011. Perusahaan itu dijadikan pendamping Konsorsium PNRI yang sudah dipastikan memegang proyek e-KTP. 

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore