Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2017 | 21.12 WIB

Doa Fahri Hamzah untuk AM Fatwa: Selamat Jalan Pak

Fahri Hamzah ketika memimpin sidang paripurna DPR - Image

Fahri Hamzah ketika memimpin sidang paripurna DPR

JawaPos.com - Dunia politik tanah air tengah berduka. Anggota DPD Dapil DKI Jakarta, Andi Mappetahang (AM) Fatwa tutup usia. Kepergian politikus berdarah Makassar itu meninggakan sejumlah kenangan bagi kalangan politisi, termasuk Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.


Fahri menuturkan, dirinya mengenal sosok yang telah berjuang sejak zaman Orde Baru itu ketika kampung halamnnya, Sumbawa. Ketika itu AM Fatwa ternyata pernah tinggal di daerah tersebut.


"Waktu saya tiba di Jakarta, saya mengenal beliau sebagai tokoh yang melegenda. Beliau terlibat dalam peristiwa-peristiwa poliitk pada masa lalu baik, Orde Lama maupun Orde Baru," ujar Fahri kepada JawaPos.com, Kamis (14/12).


Menurut Fahri, AM Fatwa sebagai orang malang melintang dunia pergerakan termasuk orang yang pernah menjadi tahanan politik (tapol) yang dipenjara cukup lama karena berbagai tuduhan poltik di masa lalu. Bahkan almarhum yang pernah menjadi kader Partai Amanat Nasional (PAN) itu menghabiskan hidupnya selama 12 tahun di penjara. Kendati demikian, hukuman itu tidak membuat AM Fatwa surut di berbagai dunia organsasi.


Karena AM Fatwa terlibat di berbagai organisasi di Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). "Sebelum saya menjadi anggota DPR, kami bersama-sama di banyak tempat sebelum reformasi dan saat reformasi. Bersama almarhum Adi Sasono kami bersama aktif di ICMI dan bersama Amien Rais kami bersama mendorong reformasi," katanya.


Bahkan, kenang Fahri, pada 20 Mei 1998 malam dirinya berangkat dari rumah Malik Fadjar di kawasan Menteng. Kemudian dirinya pun meninjau kawasan Monas yang kabarnya sudah dikepung tentara.


"Kami bertiga dengan Pak Amien Rais naik mobil Pak Fatwa, kijang (berwarna merah hati). Setelah melihat Monas yang dipenuhi alat persenjataan berat kami kembali ke Menteng dan memutuskan untuk membatalkan aksi damai keesokan harinya yang ternyata malah Pak Harto mengundurkan diri 21 Mei 1998," katanya.


Kedekatan Fahri dengan AM Fatwa terus berlanjut mereka berada di DPR dan MPR, Fahri juga mengenal dekat dengan AM Fatwa. Sebab dirinya pernah bersama-bersama di DPR dan MPR.


"Saya mengenal secara dekat sekali cita-cita dan perjuangannya sejak awal sehingga kemampuan dan pandangan politiknya, dia seorang politisi Islam yang memmiliki observasi yang sangat luas pada persoalan sejarah, keislaman, dan keindonesian," ungkapnya.


‎Kendati sama-sama dalam garis perjuangan, bukan berarti Fahri tidak pernah bergesekan dengan AM Fatwa. Perbedaan itu tentang KPK. Sikap Fahri yang begitu keras terhadap KPK sangat ditentang oleh AM Fatwa. Perbedaan itu bukan berarti harus dibawa mati. Silang pendapat itu hanya berlangsung semalam.


"Sesungguhnya dia merupakan politisi yang sangat senior dan meninggalkan bekas yang sangat mendalam. Selamat jalan Pak Fatwa, kami semua pasti menyusulmu," pungkasnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore