
Photo
JawaPos.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengklaim jumlah pelecehan seksual terhadap kaum hawa di dalam KRL hanya 11 kasus sejak Januari hingga Desember 2017. Padahal, banyak pengguna KRL yang curhat di akun media sosial mereka tentang kerawanan saat menaiki kereta.
Seperti pelecehan seksual kembali terjadi di gerbong kereta rel listrik (KRL) setelah curhatan seorang nitizen yang menjadi saksi mata. Netizen bernama Virginia Rapp memposting di akun Instagramnya kalau dia dipelototi dan dicakar tangannya oleh pelaku.
Perlakuan itu didapatkan Virginia setelah menyaksian perlakuan keji predator seksual itu. Sang pelaku pun berhasil lolos setelah Virginia berlari kearah satpam untuk meminta bantuan.
Menanggapi hal itu, Corporate Communication Manager PT KCI, Aldi Hakim Nasution, mengatakan salah satu yang menjadi hambatan petugas keamaan kereta api dikarenakan padatnya penumpang. Sehingga hal-hal seperti itu masih terjadi dan membuat para pengguan kereta api mengalami kejadian yang tidak mengenakkan tersebut.
"Kesulitannya, yang viral itu kan terjadi sewaktu kondisi padat, saat padat petugas justru sulit untuk berjalan karena macam-macam bisa juga penumpang pasti merasa gak nyaman, kenapa memaksakan berjalan ketika penumpang sedang penuh," kata Aldi di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Senin (11/12).
Aldi mengatakan, kasus seperti ini memang masih banyak terjadi walaupun dengan frekuensi waktu yang cukup jauh. Namun, dengan adanya kejadian ini, dia berharap para pengguna kereta api tidak akan berpindah dari transportasi publik. Oleh sebab itu Aldi mengajak seluruh masyarakat agar meningkatkan kesadaran baik dari pihaknya maupun pengguna kereta api.
"Misalkan pengguna sama- sama menangkap copet bersama-sama, nah untuk pelaku pelecehan kami juga mengajak pra pengguna dan kami juga tingkatkan petugas kami untuk sama-sama mencegah hal seperti ini," ungkapnya.
Bahkan, Aldi meminta agar para petugas dapat lebih mengawasi pintu kereta api dan segera melaporkan jika terdapat gerak gerik yang mencurigakan. Sehingga para pelaku dapat dikenali dan segera ditangkap atas perlakuannya.
"Petugas juga akan kami minta untuk mengawasi lebih lagi ketika pintu buka tutup dan sebetulnya para pelaku kami sudah punya data basenya minimal foto dan petugas minimal sudah tau. Kami sudah benar-benar melakukan pengamanan," pungkasnya.
Baca juga cerita tentang Pelecehan Seksual di KRL di:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
