
Sely Martini
JawaPos.com - Aktivis Perempuan Penggiat Anti Korupsi, Sely Martini menjadi inspirasi di bidang gerakan pemberantasan korupsi. Bahkan menoreh penghargaan dan prestasi di kancah Internasional.
Sely menerima penghargaan Best Activist in a Leading Role dalam acara Honesty Oscars 2014 pada 2 Maret 2014 dengan perolehan suara 54 persen dari 6.700 suara yang terkumpul. Sely mengalahkan empat aktivis anti korupsi lainnya, yakni John Gitongo (Kenya), Aruna Roy (India), Gregory Ngbwa Mintsa (Gabon) dan Xu Zhiyong (China).
"Sebenernya seneng karena ternyata pekerjaan kita di Indonesia terutama diapresiasi sama dunia. Kita katakan Indonesia termasuk negara yang paling korup, lingkungannya rusak karena korupsi, masyarakatnya bodoh karena korupsi. Terkenalnya seperti itu," kata Sely.
Penghargaan ini diadakan oleh Accountability Lab, sebuah organisasi dunia yang gencar mengampanyekan gerakan anti korupsi, bekerja sama dengan ONE, organisasi yang dibentuk oleh Bono (vokalis band U2) yang fokus kepada pengentasan kemiskinan dan gerakan pro demokrasi.
Awal mula Sely bergerak di bidang gerakan anti korupsi karena ia geram akan keadilan yang semakin timpang. Sely melihat korupsi itu adalah akar permasalahan banyak hal sehingga ia tidak bisa diam. Wanita ini pun melihat penyejahteraan masyarakat sudah tidak berjalan semestinya.
"Kalau saya sih memang dari mulai kuliah ya atau dari kecil emang udah diajarin sama keluarga bahwa kita harus bersikap adil. Nah, semakin besar kan melihat kenyataan kok ga adil apalagi semakin besar aku lihat ada rezim yang mereka semakin kaya dan masyarakatnya tidak. Itu kan melukai keadilan ya," ungkapnya saat dihubungi Jawapos.com Jumat (8/12).
"Kalau buat saya, kenapa gerak di anti korupsi. Karena korupsi itu akar permasalahan banyak masalah. Misalnya seperti terutama isu pembangunan jadi pemerintah kita itu punya tujuan untuk mensejahterakan masyarakat tapi tujuan ini tidak tercapai karena ada koruptor yang mengimplementasikannya," tambah wanita kelahiran Bandung ini.
Sely melihat banyak hal yang seharusnya dapat diterima oleh masyarakat tapi tidak dapat diwujudkan karena dananya dikorupsi. "Seharusnya sekolah jadi tidak bisa sekolah karena dana pendidikannya di korupsi. Harusnya bisa dapat layanan kesehatan jadi tidak bisa dapat layanan kesehatan. Seharusnya semuanya bisa dinikmati seperti ambulan itu gratis misalnya dia dapet JKN, Kartu Indonesia Sehat," katanya.
Prestasi yang didapat Sely tidak lepas dari jasa ayahnya yang memang menurunkan sifat perduli terhadap sekitar. Dia mengaku awalnya keluarga ragu, tapi setelah dijelaskan kedua orangtuanya mengerti.
"Kebetulan memang ayah saya juga aktivis sosial maksudnya hidupnya dia itu untuk orang banyak dan lingkungan. Jadi awalnya mereka selalu bilang kerja di PNS atau perusahaan lah. Yang lebih tenang. Tapi ya gimana, saya sukanya yang begini. Tapi mereka sih support aja." jelasnya.
Awalnya Sely selalu bergabung menjadi relawan ketika ICW mengadakan acara. Setelah ia lulus, kesempatan untuk bergabung pun di tawarkan. "Saat itu ICW lagi butuh untuk ahli fungsi hutan kebetulan jurusan saya berkaitan. Jadi isunya soal tata ruang jadi ya ikut. Setelah itu udah deh terus di ICW," ujarnya.
Sely mengaku sebenernya ICW sering dianggap antek asing. "Kalau dibilang banyak ya lembaga anti korupsi itu memerangi dan sebagainya. Kami selalu kayak dicurigai. Kalo saya secara pribadi tidak pernah diintimidasi yang luar biasa. Tapi ya kecil-kecillah biasa itu," katanya.
Wanita ini menceritakan sedihnya melihat rekannya di ICW sampai ditusuk untuk membela kebenaran. Dia bersyukur jika sampai saat ini masih aman, karena pekerjaanya sekarang masih di belakang meja. "Mengatur keuangan lembaga terus kalau ke lapangan riset. Yang bahaya-bahayanya gak terlalu kena," jelas Sely.
Wanita aktivis ini menyarankan agar anak muda juga harus ikut memberantas korupsi. Menurutnya, transfer knowledge dari koruptor ke anak muda sungguh cepat. Sehingga, butuh antisipasi dengan mengenal dengan benar tentang korupsi dan tahu alasan pemberantasan korupsi.
"Ayo partisipasi, ayo untuk turut serta memonitor untuk turut serta memantau. Kita punya hak untuk layanan, minta itu jangan diam. Minta layanan yang berkualitas," pesan Sely di Hari Anti Korupsi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: Rekor Pertemuan Jadi Modal Tuan Rumah
Prediksi Skor Tenerife vs Girona: Tamu Incar Tiga Poin, Tuan Rumah Tertekan
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan di AFC Champions League Elite: Duel Berujung Imbang
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022