Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2017 | 00.26 WIB

Jokowi: Bertahun-tahun Anggaran Habis, Mana yang Sudah Hijau?

Presiden Jokowi saat memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (9/12). - Image

Presiden Jokowi saat memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (9/12).

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo menekankan agar setiap kementerian yang mengeluarkan anggaran untuk rakyat, tak hanya sekadar menghabiskan saja. Melakukan acara atau kegiatan seremonial namun tak ada wujud nyatanya.


Seperti halnya keberadaan lahan hijau yang ada di Indonesia. Penanaman bibit pohon sering dilakukan oleh kementerian. Namun, perlu dipertanyakan di mana letak keberhasilan dari penghijauan itu.


"Bertahun-tahun anggarannya habis, tapi mana yang sudah hijau. Rakyat suka hal-hal yang konkret. Nyata dan bermanfaat. Nyata dan ada gunanya. Nyata dan bisa dilihat fisiknya," kata Jokowi dalam Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (9/12).


Pada acara tersebut, dilakukan penanaman sekitar 45.000 bibit. Di 5 bukit yang ada di Desa Karangasem dengan berbagai jenis pohon. Dari akasia, jati, dan buah-buahan. Jumlah tersebut diharapkan benar-benar riil. "Biasanya setiap tahun kalau pas Hari Menanam Pohon Indonesia, menanam satu miliar, satu juta bibit. Saya lebih senang 45.000 (bibit) tapi lebih riil," tukas Jokowi.


Jangan sampai ketika ada anggaran untuk penanaman, tapi tidak ada dana yang dipakai dalam perawatannya. Terlebih di kawasan karst Gunungkidul yang pada saat musim kemarau sering mengalami kekeringan.


"Kecil tidak apa-apa ditanam, tapi harus ditongkrongi terus. Lahan ini ditanami jati, di atasnya akasia, di atasnya lagi buah-buahan, itu bagus. Tapi apakah ini akan hidup semuanya. Setiap pekerjaan akan terus saya cek, saya awasi, tidak bisa hanya seremonial," tegas Jokowi.


Menurut Jokowi, hutan sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Tak hanya untuk meminimalkan kerusakan alam saja. Namun juga sebagai sumber penghidupan rakyat. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Denmark dengan income 70 persen dari hutan. "Kita harusnya bisa melakukan itu," tutur Jokowi.


Setelah melakukan penanaman pohon, Jokowi juga menyempatkan untuk berbincang dengan warga setempat. Presiden meminta warga agar merawat bibit-bibit pohon yang telah ditanam. Salah satunya Warijan, warga Dusun Jati, Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong.


Warijan mengaku memang saat musim kemarau terjadi, kekeringan biasa dialami. Menyebabkan pohon-pohon banyak yang mati ketika dirawat. Awalnya, ia pun ragu 50 bibit pohon yang ditanamnya dari pemberian pemerintah dalam acara ini nantinya hidup. Namun setelah diminta oleh Presiden Jokowi, Warijan yakin akan merawatnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore