
Presiden Jokowi saat memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (9/12).
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo menekankan agar setiap kementerian yang mengeluarkan anggaran untuk rakyat, tak hanya sekadar menghabiskan saja. Melakukan acara atau kegiatan seremonial namun tak ada wujud nyatanya.
Seperti halnya keberadaan lahan hijau yang ada di Indonesia. Penanaman bibit pohon sering dilakukan oleh kementerian. Namun, perlu dipertanyakan di mana letak keberhasilan dari penghijauan itu.
"Bertahun-tahun anggarannya habis, tapi mana yang sudah hijau. Rakyat suka hal-hal yang konkret. Nyata dan bermanfaat. Nyata dan ada gunanya. Nyata dan bisa dilihat fisiknya," kata Jokowi dalam Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (9/12).
Pada acara tersebut, dilakukan penanaman sekitar 45.000 bibit. Di 5 bukit yang ada di Desa Karangasem dengan berbagai jenis pohon. Dari akasia, jati, dan buah-buahan. Jumlah tersebut diharapkan benar-benar riil. "Biasanya setiap tahun kalau pas Hari Menanam Pohon Indonesia, menanam satu miliar, satu juta bibit. Saya lebih senang 45.000 (bibit) tapi lebih riil," tukas Jokowi.
Jangan sampai ketika ada anggaran untuk penanaman, tapi tidak ada dana yang dipakai dalam perawatannya. Terlebih di kawasan karst Gunungkidul yang pada saat musim kemarau sering mengalami kekeringan.
"Kecil tidak apa-apa ditanam, tapi harus ditongkrongi terus. Lahan ini ditanami jati, di atasnya akasia, di atasnya lagi buah-buahan, itu bagus. Tapi apakah ini akan hidup semuanya. Setiap pekerjaan akan terus saya cek, saya awasi, tidak bisa hanya seremonial," tegas Jokowi.
Menurut Jokowi, hutan sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Tak hanya untuk meminimalkan kerusakan alam saja. Namun juga sebagai sumber penghidupan rakyat. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Denmark dengan income 70 persen dari hutan. "Kita harusnya bisa melakukan itu," tutur Jokowi.
Setelah melakukan penanaman pohon, Jokowi juga menyempatkan untuk berbincang dengan warga setempat. Presiden meminta warga agar merawat bibit-bibit pohon yang telah ditanam. Salah satunya Warijan, warga Dusun Jati, Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong.
Warijan mengaku memang saat musim kemarau terjadi, kekeringan biasa dialami. Menyebabkan pohon-pohon banyak yang mati ketika dirawat. Awalnya, ia pun ragu 50 bibit pohon yang ditanamnya dari pemberian pemerintah dalam acara ini nantinya hidup. Namun setelah diminta oleh Presiden Jokowi, Warijan yakin akan merawatnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
