Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Kejari Kotawaringin Timur Musnahkan 4.296 Botol Miras Sitaan

| editor : 

Miras dimusnahkan

Barang bukti miras dan narkoba yang dimusnahkan di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (24/5). (Dida Tenola/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur memusnahkan sebanyak 4.296 botol minuman keras (miras) Rabu (6/12). Ribuan botol miras itu merupakan barang bukti sitaan yang kemudian dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan alat berat.

Tidak hanya miras, kejaksaan bersama perwakilan pemerintah daerah setempat, kepolisian, dan Kodim 1015 Sampit juga memusnahkan sejumlah barang bukti lainya. Di antaranya, sabu seberat 683,68 gram, ekstasi 3,26 gram, Charnophen atau zenith 61.177 butir, ponsel 53 unit, timbangan digital 18 unit, liam senjata tajam hingga alat judi.

Keseluruhan barang tersebut merupakan hasil sitaan dari penanganan perkara yang dilakukan sejak Juli sampai November 2017. Sebelumnya untuk barang bukti pada periode Januari sampai Juni sudah dimusnahkan pada Juli Lalu.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini berasal daria perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap. Jadi berdasarkan eksekusi dari pengadilan, dirampas untuk dimusnahkan. Keseluruhan ada delapan kategori barang sitaan,” kata Kepala Kejari Kotim, Wahyudi, dilansir dari Kalteng Pos (Jawa Pos Group).

Menurut Wahyudi, barang bukti yang dimusnahkan hanya sebagian dari benda sitaan yang dilakukan oleh penyidik. “Yang kami musnahkan hanya benda siatan yang digunakan untuk kepentingan pembuktian. Jadi sebagian besar pada tahap penyidikan oleh penyidik polres sudah dimusnahkan,” jelasnya.

Terkait penanganan perkara, Kejari Kotim sudah melakukan penuntutan untuk 356 perkara sejak Januari sampai November 2017. Dari data yang ada, terdapat 25 jenis perkara yang peringkatnya, narkotika 84 perkara dan ekstasi satu perkara, dengan total 85 perkara.

“Ada juga pencurian kebun 55 perkara dan pencurian biasa 42 perkara. Sedangkan masalah undang-undang kesehatan seperti perkara zenith dan Undang-Undang Kehutanan ada 19 perkara,” pungkasnya.

(wnd/jpg/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP