Kamis, 14 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
All Sports

Jelang Asian Games 2018

INASGOC Gelar Rapat Mingguan Bersama OCA

| editor : 

PERSIAPAN 2018: Presiden Joko Widodo meresmikan empat venue Asian Games di kawasan Gelora Bung Karno, pada Sabtu (2/12), disaksikan Ketua Pelaksana Asian Games 2018 Erick Thohir (kanan).

PERSIAPAN 2018: Presiden Joko Widodo meresmikan empat venue Asian Games di kawasan Gelora Bung Karno, pada Sabtu (2/12), disaksikan Ketua Pelaksana Asian Games 2018 Erick Thohir (kanan). (Wahyudin/Jawa Pos)

JawaPos.com - Peresmian empat venue di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu (2/12) memberikan semangat baru bagi Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Indonesian Asian Games Organizing Committee/INASGOC). Pembangunan empat venue tersebut menghabiskan dana hingga Rp 370 miliar.

"Dengan mengucap syukur dan bismillahirohmanirohim, lapangan hoki, lapangan panahan, lapangan sepak bola ABC, dan stadion renang akuatik Gelora Bung Karno saya nyatakan diresmikan. Terima kasih," ujar Jokowi saat peresmian venue Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno (GBK).

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. "Dengan peresmian ini, apalagi di GBK tengah digelar test event basket 3x3 dan minggu depan cabang akuatik, persiapan yang harus dilakukan INASGOC harus lebih kencang," ujar Ketua Pelaksana Asian Games 2018 Erick Thohir.

JUNJUNG SPORTIVITAS: Presiden Joko Widodo menyemangati para atlet yang akan bertanding dalam Asian Games 2018 usai meresmikan venue di kawasan Gelora Bung Karno, Sabtu (2/12).

JUNJUNG SPORTIVITAS: Presiden Joko Widodo menyemangati para atlet yang akan bertanding dalam Asian Games 2018 usai meresmikan venue di kawasan Gelora Bung Karno, Sabtu (2/12). (Wahyudin/Jawa Pos)

Dia berharap competition manager dan venue manager bisa melakukan rapat mingguan dengan delegasi teknis dari Olympic Council of Asia (OCA) yang telah hadir di Indonesia. "Rapat koordinasi dengan OCA technical delegate sangat penting untuk mengatur segala macam bidang seperti katering, broadcast, media, medis, dan transportasi agar makin sinkron," tegasnya.

Dari tiga lapangan sepak bola ABC, satu lapangan memiliki rumput sintesis. Sedangkan dua lapangan hoki yang baru dibangun memiliki tribun penonton dengan ukuran panjang 91,4 meter dan lebar 59,4 meter. Lapangan panahan juga sudah dilengkapi tribun penonton dan ruang-ruang untuk pelaksanaan pertandingan.

Sementara itu, stadion akuatik Gelora Bung Karno memiliki empat kolam. Untuk renang (51,20 x 25 x 3 m), polo air (50 x 25 x 3 m), loncat indah (21 x 25 x 5 m), dan pemanasan (20 x 50 x 1,4-2 m). Stadion itu juga dilengkapi 8.000 kursi penonton plus tribun teleskopik, ruang pers, dan broadcasting.

Stadion yang dipuji Jokowi sebagai venue terbaik tersebut sudah mendapat sertifikasi dari Federasi Renang Internasional (FINA) di Tiongkok. Agar air tetap jernih, kolam renang itu tidak lagi memakai kaporit, tapi zat klorin dan disinfektan. FINA meminta suhu kolam renang dijaga pada 25–28 derajat Celsius.

Akuatik GBK memiliki keunggulan sistem sky pool, yaitu kolam renang yang dibuat dengan dinding panel-panel baja. Venue itu juga dilengkapi pipa yang terpasang di dinding dasar kolam dan terhubung dengan sistem filterisasi air dengan alat khusus. Itu merupakan teknologi kolam renang pertama yang diterapkan di Indonesia.

Erick Thohir yakin perhelatan Asian Games 2018 sangat sukses. Hal itu terlihat dari antusiasme masyarakat yang mulai terasa sejak sekarang. "Dengan adanya 40 cabang olahraga dan puluhan ribu orang yang akan terlibat, tentu akan ada banyak konten sport yang bisa dikreasikan dan disaksikan penggemar olahraga. Tidak hanya dari benua Asia, tapi juga seluruh dunia," tambahnya.

Founder Mahaka Group tersebut optimistis perkembangan industri olahraga di Indonesia pada masa depan sangat bagus. Pasalnya, di antara total penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa, lebih dari 50 persen adalah penduduk usia produktif.

"Peluang untuk bisnis olahraga sangatlah besar. Tapi, tetap harus didukung pertumbuhan GDP (gross domestic product) yang bagus agar bisa mendorong industri olahraga berkembang lebih cepat," lanjutnya.

Menurut Erick, industri olahraga harus didukung karena memiliki nilai persatuan, edukasi, serta sportivitas. Olahraga sangat penting bagi generasi muda sebagai tulang punggung dan penerus bangsa.

"Anak muda harus mulai dididik untuk mencintai olahraga. Sebab, bagaimanapun, olahraga sangat baik untuk kompetisi dan melatih kedisiplinan," tegasnya. 

(arm/tih/wir/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP