Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 November 2017 | 04.15 WIB

Film Satu Hari Nanti Pamerkan Keindahan Swiss

Pemain dan kru Satu Hari Nanti di Qubicle Center, Jakarta Selatan, Rabu (15/11). - Image

Pemain dan kru Satu Hari Nanti di Qubicle Center, Jakarta Selatan, Rabu (15/11).

JawaPos.com - Rumah Film bersama Evergreen Pictures segera merilis film terbaru berjudul Satu Hari Nanti. Dalam teaser trailer yang baru diluncurkan, terlihat bocoran seperti apa konflik yang dialami berbagai karakter yang terlibat dalam drama tersebut.


Film Satu Hari Nanti bercerita tentang pilihan dan kegelisahan anak muda dalam membangun sebuah komitmen di Swiss. Baik dalam lingkup cinta, keluarga maupun pekerjaan. Lika-liku pertemanan dan kisah cinta yang kelam tumbuh bersama dalam pencarian makna akan jati diri mereka di negeri orang.


Dienan Silmy selaku produser mengungkapkan bahwa Satu Hari Nanti merupakan film hasil kerja sama kedua negara, yakni Indonesia dan Swiss. Sehingga syuting seutuhnya dilakukan di Swiss selama 26 hari.


"Kami dapat kesempatan yang baik diberi peluang untuk bisa shooting di sana, tidak mudah untuk shooting di Swiss. Kami melalui proses dan seleksi panjang untuk mendapatkan izin di sana hingga bisa berkerja sama dengan Swiss dan filmmakernya,” kata Dienan Silmy di Qubicle Center, Jakarta Selatan, Rabu (15/11).


Nama Salman Aristo didaulat sebagai sutradara film tersebut. Dia menjelaskan bahwa kekuatan film Satu Hari Nanti bukan semata terletak pada keelokan negeri Swiss, melainkan juga pada cerita dan karakternya


"Film ini tidak sekadar menampilkan pemandangan, namun juga cerita yang indah. Swiss jadi latar, cerita tetap berjalan sebagaimana mestinya, tentang kehidupan pencarian makna, jati diri, dan cinta yang lain," ungkapnya.


Syuting di Swiss membuat Salman Aristo dan pemain harus berjuang secara maksimal, terutama soal waktu. Sebab di sana proses pengambilan gambar hanya bisa dilakukan delapan jam dalam sehari.


"Tapi, yang paling menjadi kendala adalah infrastruktur syuting di Swiss yang butuh adaptasi. Karena industri film bukan menjadi prioritas utama pemerintah di sana, maka semuanya serba kaku. Bahkan saking kakunya aturan itu untuk memindahkan kamera pun bisa menjadi persoalan," jelas Salman Aristo.


Film yang diproduksi pada akhir tahun lalu itu mengambil berbagai lokasi terkenal di Swiss, yaitu Thun, danau Interlaken, Zurich, Bern, dan tidak ketinggaan lokasi yang menjadi favorit para wisatawan, sekaligus gunung tertinggi di Eropa, yakni Jungfraujoch.


Satu Hari Nanti dibintangi oleh Adinia Wirasti (Alya), Ringgo Agus Rachman (Din), Ayushita (Chorina), Deva Mahenra (Bima). Tidak ketinggalan, selain aktor dan aktris muda ternama tanah air, film ini juga didukung oleh sineas kawakan senior yaitu Donny Damara yang berperan sebagai ayah Alya.


Para pemain harus melakukan berbagai workshop demi mematangkan karakter yang diperankannya. Ringgo menjalani serangkaian persiapan demi mendalami karakter Din. Dia rela belajar dan kursus bahasa asing untuk perperan sebagai tour guide itu.


Langkah serupa juga dijalani aktris Adinia Wirasti. Dia harus mendalami karakternya sebagai pembuat cokelat sehingga harus mengikuti serangkaian workshop pembuatan cokelat, dan bahasa.


Film Satu Hari Nanti bakal tayang mulai 7 Desember 2017 di bioskop tanah air.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore