
Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, memperkenalkan teknologi needle-free injection
JawaPos.com - Sunat atau khitan merupakan proses yang paling ditakuti anak. Rasa sakit saat dikhitan akan menimbulkan trauma panjang bagi mereka. Tahapan paling sakit saat dikhitan adalah ketika disuntik.
Inovasi pun dilakukan dari mulai memperkecil ukuran jarum suntik untuk menggurangi nyeri, hingga teknologi terkini suntikan tanpa jarum.
Rumah Sunatan, sebagai jaringan klinik sunat di Indonesia yang saat ini sudah memiliki 40 cabang, memanfaatkan teknologi mutakhir tersebut untuk tujuan anastesi sirkumsisi.
Pendiri Rumah Sunatan, Dr Mahdian Nur Nasution SpBS berharap dengan menghilangkan penggunaan jarum suntik yang dikombinasikan dengan teknologi sirkumsisi modern (Mahdian Klem), anak-anak menjadi lebih nyaman, bebas nyeri ketika disunat.
Ketika disunat, anak tak lagi disuntik tetapi disemprotkan dengan suatu alat yang juga berfungsi sebagai anastesi.
"Kedokteran perang terhadap rasa sakit saat disunat. Sebab obat anastesi enggak harus disuntik. Sebelumnya disuntik sarafnya, sekarang bisa dengan disemprot, setelah tak sakit barulah khitan dilakukan," jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (14/11).
Mahdian menjelaskan berbagai risiko yang sering muncul usai disuntik, biasanya kulit membiru karena mengenai saraf-saraf halus akibat jarum suntik yang merobek pembuluh darah.
"Dengan teknik sirkumsisi tanpa jarum kini tak khawatir lagi akan terjadi hal itu," kata Mahdian.
Teknologi needle-free injection atau suntikan tanpa jarum suntik pertama kali ditemukan oleh seorang dokter anastesiologi Amerika Serikat bernama Robert A. Hingson tahun 1970. Namun karena teknologinya masih belum sempurna, teknologinya itu malah menyebabkan outbreak hepatitis B.
Hingga akhirnya badan Kesehatan Dunia (WHO) menghentikan untuk sementara penggunaan alat ini sampai uji keamanan alat diterbitkan. Modifikasi alat dilakukan termasuk memodifikasi injektor untuk meningkatkan keamanan.
Perusahaan alat kesehatan berlomba untuk dapat menciptakan alat yang terbaik hingga akhirnya Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk pertama kali tahun 2014 menyetujui sistem injeksi tanpa jarum untuk tujuan vaksinasi.
Belakangan teknologi needle-free injection terus berkembang dan banyak digunakan para praktisi kesehatan termasuk dokter gigi, dokter umum, dokter andrologi, dokter anak, dan dokter kulit. Termasuk untuk tujuan anastesi, menyuntikan obat-obatan tertentu seperti, hormon, insulin, vitamin, vaksin, dan botulinumtoxin.
"Teknologi suntikan tanpa jarum, memanfaatkan energi pendorong yang kuat dari pegas, gas, atau elektromagnetik dengan tujuan mengantarkan preparat obat berbentuk cair menembus kulit," jelasnya.
Berdasarkan energi yang dihasilkan pendorong, obat dapat dihantarkan hingga otot (intramuskular), subkutan dan kulit (intradermal), sesuai keinginan dokter.
Mahdian menjelaskan proses anastesi merupakan bagian dari tindakan medis yang jamak dilakukan di praktek klinik dokter, baik dalam rangka perawatan atau sebagai prosedur medis awal sebelum proses pembedahan dilakukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022