Jumat, 15 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Children's

Adopsi Teknologi Ini, Proses Sunat Tak Perlu Lagi Pakai Jarum Suntik

| editor : 

Seminar Khitan

Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, memperkenalkan teknologi needle-free injection (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sunat atau khitan merupakan proses yang paling ditakuti anak. Rasa sakit saat dikhitan akan menimbulkan trauma panjang bagi mereka. Tahapan paling sakit saat dikhitan adalah ketika disuntik.

Inovasi pun dilakukan dari mulai memperkecil ukuran jarum suntik untuk menggurangi nyeri, hingga teknologi terkini suntikan tanpa jarum.

Rumah Sunatan, sebagai jaringan klinik sunat di Indonesia yang saat ini sudah memiliki 40 cabang, memanfaatkan teknologi mutakhir tersebut untuk tujuan anastesi sirkumsisi.

Pendiri Rumah Sunatan, Dr Mahdian Nur Nasution SpBS berharap dengan menghilangkan penggunaan jarum suntik yang dikombinasikan dengan teknologi sirkumsisi modern (Mahdian Klem), anak-anak menjadi lebih nyaman, bebas nyeri ketika disunat.

Ketika disunat, anak tak lagi disuntik tetapi disemprotkan dengan suatu alat yang juga berfungsi sebagai anastesi.

"Kedokteran perang terhadap rasa sakit saat disunat. Sebab obat anastesi enggak harus disuntik. Sebelumnya disuntik sarafnya, sekarang bisa dengan disemprot, setelah tak sakit barulah khitan dilakukan," jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (14/11).

Mahdian menjelaskan berbagai risiko yang sering muncul usai disuntik, biasanya kulit membiru karena mengenai saraf-saraf halus akibat jarum suntik yang merobek pembuluh darah.

"Dengan teknik sirkumsisi tanpa jarum kini tak khawatir lagi akan terjadi hal itu," kata Mahdian. 

Teknologi needle-free injection atau suntikan tanpa jarum suntik pertama kali ditemukan oleh seorang dokter anastesiologi Amerika Serikat bernama Robert A. Hingson tahun 1970. Namun karena teknologinya masih belum sempurna, teknologinya itu malah menyebabkan outbreak hepatitis B.

Hingga akhirnya badan Kesehatan Dunia (WHO) menghentikan untuk sementara penggunaan alat ini sampai uji keamanan alat diterbitkan. Modifikasi alat dilakukan termasuk memodifikasi injektor untuk meningkatkan keamanan.

Perusahaan alat kesehatan berlomba untuk dapat menciptakan alat yang terbaik hingga akhirnya Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk pertama kali tahun 2014 menyetujui sistem injeksi tanpa jarum untuk tujuan vaksinasi.

Belakangan teknologi needle-free injection terus berkembang dan banyak digunakan para praktisi kesehatan termasuk dokter gigi, dokter umum, dokter andrologi, dokter anak, dan dokter kulit. Termasuk untuk tujuan anastesi, menyuntikan obat-obatan tertentu seperti, hormon, insulin, vitamin, vaksin, dan botulinumtoxin.

"Teknologi suntikan tanpa jarum, memanfaatkan energi pendorong yang kuat dari pegas, gas, atau elektromagnetik dengan tujuan mengantarkan preparat obat berbentuk cair menembus kulit," jelasnya.

Berdasarkan energi yang dihasilkan pendorong, obat dapat dihantarkan hingga otot (intramuskular), subkutan dan kulit (intradermal), sesuai keinginan dokter.

Mahdian menjelaskan proses anastesi merupakan bagian dari tindakan medis yang jamak dilakukan di praktek klinik dokter, baik dalam rangka perawatan atau sebagai prosedur medis awal sebelum proses pembedahan dilakukan.

"Salah satu tindakan anastesi yang banyak dilakukan di klinik dan rumah sakit adalah sunat dan anastesi regional pada prosedur operasi caesar," pungkasnya.

(ika/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP