
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf.
JawaPos.com - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf menjadi korban hoax oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pasalnya, beredar sebuah akun Facebook yang mengatasnamakan dirinya yang di dalamnya berisi pernyataan menyerang Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, soal pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution.
Saat dikonfirmasi ayah dari penyanyi Sherina Munaf ini menegaskan, dirinya tidak pernah mem-posting kata-kata seperti itu.
"Waduh apa itu? Bukan saya yang posting-posting tulisan seperti itu," ujar Triawan kepada JawaPos.com, Rabu (8/11).
Oleh sebab itu, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat ini mengeluhkan dirinya yang menjadi korban hoax oleh orang yang tidak bertanggung jawab. "Fitnah berat itu, tolong bantu sanggah," kata salah satu orang kepercayaan Jokowi itu.
Sekadar informasi, dalam akun Facebook yang mengatasnamakan Triawan Munaf itu mengaku kecewa dengan lontaran kalimat yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyebut pesta putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, terlalu mewah.
Berikut ini unggahan status dari akun Facebook yang mengatasnamakan Triawan Munaf:
"Harusnya pejabat tinggi negara sekelas Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah hati-hati dan bijak saat mengeluarkan pernyataan atau stetment. Kualitas seseorang dapat jelas dan mudah terlihat dari cara dan gaya bicaranya.”
"Sederhana itu relatif Bapak Wakil Ketua. Ketika sebuah hajatan menggunakan biaya pribadi, gedung sendiri, catering sendiri, panitia dari kalangan keluarga, kolega dekat, dan pembatasan undangan 400 khusus VVIP pejabat tinggi (sebagaimana amanat UU)"
"Sepertinya ada pihak-pihak yang selalu cari perhatian di balik semua ini. Bukan begitu caranya. Harusnya meninjukan prestasi terbaik di bidang masing-masing.”
"Mari cerdas berpikir. Saya mau lihat kelak saat Bapak Fahri mantu. Kalau lebih mewah dari pernikahan Kahiyang-Bobby, sepertinya saya makin tahu kualitas anda.”
Diketahui, sebelumnya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik pesta pernikahan putri Jokowi tersebut. Sebab, undangan yang disebar adalah 8.000 buah.
Padahal lewat Menteri Pemberdayaan Aparatur Nagara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) yang kala itu masih dijabat Yuddy Chrisnandi sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13/2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana.
Fahri menyarankan, lebih baik Jokowi tidak perlu mengundang sampai 8.000 tamu, melainkan hanya merayakan pernikahan dengan cara sederhana seperti pesta kecil.
Sementara, untuk menyiasati tamu-tamu yang ingin hadir namun tidak diundang, Jokowi hanya perlu mengunggah pesta pernikahannya di media sosial. Sehingga para tamu yang ingin hadir di pesta tersebut bisa mengetahuinya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
