
Para desainer muda dari LaSalle College
JawaPos.com - Indonesia tak akan kehabisan desainer hebat. Buktinya, ada sembilan desainer muda dan berbakat dari LaSalle College Jakarta yang berani tampil di ajang perhelatan Jakarta Fashion Week 2018 di Senayan City, Jakarta.
Mereka adalah Edita Aurelia, Mayendra Pebri Dita Purba, Rashesa Putri Sabrina, Regina Hema Shena, Devi Indriani Lesmana, Teresa Christine Johan, Tiza Azzahra Saneva, Putri Nugreni Jelita, dan Sephie Usagi.
Mereka adalah mahasiswi dari jurusan Fashion Design dan Fashion Business LaSalle College Jakarta. Mereka tampil dengan membawakan desain hasil karya tangan sendiri bertema Prelude. Mereka memang bertekad untuk memajukann industri fesyen tanah air berjaya di negeri sendiri.
1. Edita Aurelia - Winter Wonderland
Mahasiswi desain mode yang memulai studinya pada tahun 2015. Dia menghadirkan 5 set baju bertema Winter Wonderland terinspirasi dari salju, stalaktit, dan binatang berbulu di arktik. Koleksinya menggunakan manik-manik dengan sentuhan brokat dan pompom.
2. Mayenda Pebri Dita Purba - Uis Gara
Mahasiswi fashion design yang menampilkan koleksi dari kain khas Sumatera Utara Batak Karo yakni Uis Gara. Dengan desain dramatik dan couture koleksi ini memerhatikan bordir bunga emas, foil emas, dan kain tradisional. Dominasi warna hitam, merah, dan emas.
3. Rashesa Putri Sabrina - New Life
Mahasiswi ini menjadikan pengalaman hidup ayahnya yang terkena Tsunami Aceh 2004 ke dalam koleksinya. Dia menampilkan koleksi dalam kekuatan gelombang Tsunami itu sendiri. Dituangkan dalam bentuk teknik Patchwork dan Shibori.
4. Regina Hema Shena - Senja
Mahasiswi yang menghadirkan desain yang kreatif dan elegan. Menggunakan warna bold (tegas) dengan sentuhan yang menarik. Dia menampilkan koleksi yang bercerita tentang ombak di pinggir pantai pada saat matahari terbenam. Regina menggunakan warna biru, terracota, dan putih.
5. Devi Indriani Lesmana - Florences of Dandelion
Dia menampilkan koleksi yang terinspirasi dari bunga randa tapak atau biasa dikenal dengan bunga Dandelion. Dimulai dari teknik sarang lebah dari kain organza, smocking membuat efek 3d, dan pompom dari kain tile yang dipadukan warna gradasi dari kuning.
6. Teresa Christine Johan - Revenir A Soi
Mahasiswi ini mewujudkan karya Ready to Wear. Dia mempersembahkan koleksi batik ready to wear dari filosofi batik Tambal Sewu yang artinya membangkitkan atau menyadarkan. Warna biru dan putih digunakan dengan inspirasi di Keraton Cirebon.
7. Tiza Azzahra Saneva - L'Or : Black Outside, Gold Inside
Ciri khas di tiap koleksinya adalah gaunnya yang loose-fit dipadukan dengan pola geometris dan dilengkapi manik-manik unik. L'Or berasal dari bahasa Prancis artinya emas. Idenya berasal dari kain tradisional Sumatera Barat, Pandai Sikek. Kain ini menggunakan songket, kain tenun tangan yang bercorak dan dibuat dengan benang emas.
8. Putri Nugreni Jelita - Northern Kaleidoscope
Putri memperkenalkan gaun-gaun pesta yang elegan dengan warna-warna gradasi yang feminin. Koleksinya ini terinspirasi dari fenomena alam yaitu Aurora Borealis untuk siluet. Dan untuk detail terinspirasi dari pemandangan indah dari kaca patri, rose window yang ada di gereja Eropa.
9. Selphie Usagi - A Dress to Vow
Menghadirkan koleksi gaun pengantin yang menunjukkan sisi feminin dari seorang perempuan yang dikemas dalam broken white bertajuk 'Blanc Rose'. Dia terinspirasi dari mawar putih di mana menjadi filosofi awal yang baru bagi setiap pengantin.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
