Jumat, 24 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Program Prioritas Jalan, Luhut Optimis Ekonomi Tumbuh 5,2 Persen

| editor : 

Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan

Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 ini bisa mencapai 5,2 persen. Hal itu ditopang oleh program prioritas yang telah mulai jalan dengan baik, antara lain proyek infrastruktur jalan, trans Papua, bandara, tol laut, dan lain-lain.

Selain itu, lanjutnya, sektor maritim juga dianggap sudah berjalan dengan baik. Terlebih lagi, tol laut yang dicanangkan Presiden joko Widodo (Jokowi), bisa memangkas biaya logistik Indonesia yang dikenal sangat tinggi.

“Banyak hal sudah kita jalankan, penyelesaian pembangunan bandara, pelabuhan, destinasi wisata, dan lain-lain,” kata Luhut dalam paparan tiga tahun Jokowi - JK di Kantor Staff Presiden, Jakarta, Selasa (18/10).

Malahan, Luhut optimis jika ekonomi Indonesia bisa saja tumbuh sebesar 6,1 persen. “Sebenarnya, kita bisa saja tumbuh 6,1 persen itu kalau kita hanya memperhatikan pembangunan Jawa Sentris. Tapi, Presiden Joko Widodo memilih untuk menjalankan Program Indonesia Sentris, pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, pembangunan di daerah pinggiran,” tambahnya.

Terkait dengan potensi ekonomi, Mantan Menko Polhukam ini berulangkali, menjelaskan besarnya potensi Indonesia. Hanya saja, yang menjadi akar permasalahan adalah potensi sumber daya alam Indonesia kurang mampu dioptimalkan dengan baik.

“Jangan melulu konflik internal, masalah kita di depan besar dan itu yang harus kita selesaikan agar ekonomi tumbuh dan masyarakat sejahtera. Kita harus bertarung dengan dunia luar untuk meyakinkan investor, naruh duit di sini,” jelas Luhut.

Indonesia, lanjut Luhut, punya potensi besar dan memiliki tingkat pertumbuhan tinggi.
Terlebih setelah di 2014, Presiden Joko Widodo ambil keputusan untuk mengelola sektor maritim secara lebih serius. Ini akan memberikan dampak pertumbuhan lebih baik lagi.

“Pembentukan Menko Kemaritiman terlambat. Kenapa? Seharusnya ini dari dulu, sehingga bisa mengeksploitasi potensi yang ada, untuk kesejahteraan masyarakat, “ tandasnya. 

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP