Senin, 20 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Daya Beli Belum Stabil, Pertumbuhan Penjualan Elektronik Melambat

| editor : 

penjualan elektronik, UFO

GENJOT PENJUALAN: Permintaan produk elektronik pada akhir tahun diharapkan meningkat. Tampak penjualan di UFO Shopping Festival di Tunjungan Plaza Surabaya beberapa waktu lalu. (FRIZAL/JAWA POS)

JawaPos.com - Permintaan produk elektronik pada triwulan ketiga tahun ini diklaim tidak cukup menggembirakan. Penjualan hingga akhir tahun ini pun diperkirakan belum memenuhi harapan produsen dan peritel.

Direktur UFO Electronics Poedji Harixon menyatakan, pihaknya mengalami penurunan penjualan elektronik sekitar 10 persen pada triwulan ketiga bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selama triwulan ketiga, tidak ada kenaikan permintaan yang signifikan. ”Faktor penurunan penjualan adalah daya beli masyarakat yang masih menurun dan belum stabil, terutama di kalangan masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya.

Meski begitu, ada sejumlah produk yang penjualannya meningkat di triwulan ketiga. Terutama untuk alat pendingin. Poedji menyebutkan, penjualan kulkas naik 10 persen dan AC mengalami peningkatan 15 persen karena terdorong momen Lebaran. ”Kami harapkan ada perbaikan pada akhir tahun ini,’’ tuturnya.

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, permintaan barang elektronik pada triwulan keempat bisa tumbuh sampai 20 persen. ’’Hal itu terdorong oleh bonus-bonus akhir tahun dan gaji ke-13. Biasanya, di bulan 12 animo masyarakat cukup tinggi untuk pembelian elektronik,’’ jelas Poedji.

UFO Electronics menargetkan kenaikan penjualan 15 persen pada tahun ini. Akhir Oktober ini pihaknya berencana melakukan ekspansi dengan membuka gerai baru di Sidoarjo untuk menggenjot penjualan. Saat ini UFO Electronics telah memiliki 13 gerai.

Presiden Direktur Maspion Alim Markus mengungkapkan kondisi yang sama. Pertumbuhan penjualan produk elektronik Maspion saat ini sedang mengalami perlambatan. ”Biasanya, kami naiknya bisa mencapai 10 persen tiap tahun. Tapi, semester satu tahun ini saja penjualan kami melambat,” katanya. Tahun lalu penjualan produk Maspion mampu tumbuh hingga 30 persen.

Alim memprediksikan, pertumbuhan penjualan produk elektronik secara keseluruhan milik Maspion hingga akhir tahun hanya mampu naik 5 persen. ”Biaya listrik juga naik. Jadi, masyarakat lebih mengutamakan bayar listrik dulu dan menahan untuk membeli barang-barang elektronik,” jelasnya.

Selain itu, Alim mengakui, pertumbuhan pasar domestik masih lebih tinggi daripada ekspor. Meski saat ini banyak sekali bermunculan produk impor, pihaknya optimistis dapat bersaing dengan produk asing. ”Kami yakin apabila produk kami tidak kalah bila diadu kualitasnya dengan produksi buatan Jepang serta Korea. Produk kami terbukti unggul dari hasil demo produk,” tambahnya.

Dia menambahkan, kontribusi Maspion untuk ekspor masih terbilang kecil. Yakni, sekitar 15 persen. Salah satunya adalah stainlees steel ke Amerika Serikat. (*)

(car/c10/fal)

Sponsored Content

loading...
 TOP