Senin, 23 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Sedih! Pengakuan Istri Bos Nikahsirri.com Setelah Suami Dipenjara

| editor : 

Rani Tania dan Henry Kuasa Hukum Aris Wahyudi

Rani Tania dan Henry Kuasa Hukum Aris Wahyudi (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Dengan menitikan air mata, Rani Tania (30), istri Aris Wahyudi menceritakan derita setelah suaminya ditangkap polisi. Aris menjadi tersangka kasus pornografi dan perdagangan manusia. Didampingi pengacara, Henry Indraguna serta anaknya yang masih kecil, dia menyampaikan keluh-kesah.

"Saya minta maaf atas tindakan suami saya," kata Rani kepada wartawan, Markas Polda Metro Jaya, Kamis (12/10).

Aris ditangkap polisi karena dianggap melanggar hukum melalui layanan pada situs yang dibuatnya, Nikahsirri.com. Dia dinilai menyebar konten porno, melakukan perdagangan orang dan eksploitasi anak.

Berbagai masalah menimpa Rani dan keluarga pasca informasi penangkapan Aris mencuat di media massa. Bahkan, keluarganya dikucilkan oleh warga sekitar.

"Usai ditahan jarang keluar, saya di-bully, saya malu. Sama media di-bully sama semua di-bully. Saya malu," ungkap Rani.

Tidak hanya itu, perekonomian keluarganya juga semakin memburuk. Untuk makan saja, Rani dan ketiga anaknya yang masih kecil mengaku harus bergantung dengan orang lain.

"Setelah suami ditahan, buat makan dikasih saudara. Kadang minjem juga," tuturnya.

Karena itu ia berharap suaminya dapat diringankan hukumannya atau bahkan bisa dibebaskan. Sehingga ia dan anak bisa kembali dinafkahi.

"Harapan saya suami diringankan hukumannya, dibebaskan. Karena hanya suami saya yang bisa menafkahi saya. Saya nggak punya penghasilan apa-apa," pinta dia.

Terkait hak yang sama, Henry menuturkan ia meminta permohonan maaf kepada masyarakat atas apa yang dilakukan Aris. Sebab, kasus ini dianggap telah melukai publik.

"Perkara ini tidak ada niatan jahat yang tidak benar. Keluarga Aris (ekonominya) sangat lemah, rumah masih ngontrak. Keadaan pun makan susah. Dari sinilah Aris yang mempunyai kemampuan di IT (teknologi informasi) mencari usaha untuk mencari uang dan mencukupi kebutuhan anak-istri. Kemampuannya di IT, maka dia membuat ide Nikahsirri.com," ujar Henry

Ide pembuatan mengacu pada situs yang sebelumnya ada dan banyak beredar. Untuk gambar yang disebut porno, diperoleh dari pencari di dunia maya. Pemilik situs juga diklaim bukanlah Aris, melainkan Name Cheap Inc., yang berdomisili di Kalifornia, Amerika Serikat.

"Memang ada kepeleset mengambil gambar koin yang dikatakan porno. Kami lihat, kami telusuri itu yang menciptakan bukan saudara Aris, dia hanya mengambil dan meng-upload," ucap Henry.

Menurut dia, segala konten yang terdapat pada Nikahsirri.com merupakan hasil verifikasi Name Cheap. Aris hanya mengirimkan ke Name Cheap untuk kemudian disetujui dan didistribusikan kembali. Meski begitu, Henry tak menegaskan peran kliennya dalam situs.

"Nanti kita buktikan di pengadilan. Mohon hormati dulu. Kasihan anak-istrinya," tutur Henry

Terkait tuduhan adanya tes dan lelang keperawanan, Henry mengatakan hal tersebut hanyalah gimmick marketing. Tujuannya hanya untuk menarik minat orang, berpartisipasi atau mengakses situs, sehingga keuntungan diraih.

Lalu untuk mitra yang disebut polisi telah mencapai 300 orang, hal ini juga dibantah. Menurut Henry belum ada mitra perempuan dan laki-laki, terlebih yang sudah diperdagangkan. Layanan yang terdapat pada Nikahsirri.com dinilai hanya seperti biro jodoh biasa yang telah marak.

Sementara perihal pembayaran yang dilakukan pengguna kepada Aris, dianggap sebagai biaya administrasi lazim dilakukan pada industri e-commerce.

"Ada beredar isu mengeksploitasi anak. Itu tidak ada. Padahal di website dicantumkan dalam syarat, hanya mitra yang berusia 17 tahun ke atas (yang boleh mendaftar), sesuai hukum Indonesia," ungkapnya.

Kendati demikian, untuk upaya praperadilan status tersangka dan penahanan Aris belum akan dilakukan. Karena sejauh ini pihaknya belum menemukan pelanggaran administrasi. Kuasa hukum hanya akan mengikuti proses hukum, meminta hak-hak Aris dipenuhi penyidik, seraya meluruskan opini di masyarakat.

"Kami (juga) minta Name Cheap diperiksa. Siapa kepemilikannya situs itu, begitu," pungkas Henry.

(cr5/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP