
Dari kiri, Agnes Tuti Rumiati, Bambang Lelono, dan Maya Shovitri.
JawaPos.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja 2014-2019 Susi Pudjiastuti akan menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Prosesi penyerahan dilaksanakan bertepatan dengan puncak Dies Natalis ITS ke-57 pada 10 November mendatang.
Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kiprah Susi di bidang kemaritiman. Tak hanya memperhatikan perikanan dan kelautan dari segi perkembangan ekonomi saja, tapi Susi juga dianggap peduli terhadap kelestarian lingkungan. ''Karena itu kami memberikan pengakuan terhadap kiprahnya selama ini,'' ujar Sekretaris ITS Dr Agnes Tuti Rumiati. Rabu (11/10).
Meski demikian, lanjut Agnes, ITS membutuhkan waktu cukup lama untuk memutuskan pemberian gelar kehormatan tersebut. Dia menyebutkan, penganugerahan ini dicetuskan pertama kali oleh Departemen Teknik Sistem Perkapalan (Siskal) ITS awal 2016. Kemudian, diajukan ke senat ITS.
Hasilnya, mereka menyetujui penganugerahan gelar kehormatan doktor HC dari Fakultas Teknik Kelautan. Kampus di daerah Sukolilo itu memang tak mau gegabah dalam memberikan gelar kehormatan.
Sebelum mantap memutuskan, tim ITS melakukan penelusuran terhadap hasil kinerja Susi. Rupanya, menteri nyentrik itu telah mengantongi sertifikat Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 9 yang setara dengan doktor. Pengakuan kompetensi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) itu semakin memantapkan langkah ITS dalam memberikan gelar HC kepada Susi. ''Bukan sekedar baik saja, tetapi juga harus teruji,'' tukas Agnes.
Pada sidang promosinya nanti, Susi akan dipromotori oleh Prof Semin, Prof Dr Ketut Buda Artana, serta Dr Raja Oloan Saut Gurning sebagai co-promotor. ITS juga menunjuk tim penelaah yang terdiri atas perwakilan profesor dari setiap departemen di ITS. Sebelumnya, tim senat dan tim penelaah terbang ke Jakarta untuk memberikan ujian terhadap Susi.
''Karena Bu Susi tidak ingin dapat gelar cuma-cuma, dia minta kami menguji ya kami uji,'' ujar Rektor ITS Prof Joni Hermana. Joni menuturkan, proses pengujian berlangsung selama dua jam. Susi mendapat pertanyaan seputar dunia kemaritiman. Buku Manajemen dan Konservasi Sumber Daya Kelautan buatannya juga telah lolos uji.
Menurut Joni, buku setara disertasi itu memang syarat untuk mendapatkan gelar doktor HC. Guru besar teknik lingkungan ITS itu menegaskan, gelar doktor HC bukanlah pemberian. Melainkan, pengakuan terhadap kemampuan seseorang.
Sejak 57 tahun berdiri, ITS baru memberikan gelar doktor HC kepada tiga orang. Yakni, Hermawan Kertajaya sebagai pakar pemasaran yang diakui dunia. Kemudian, Tri Rismaharini yang menyandang gelar wali kota terbaik sejagad. ''Bu Susi ini yang ketiga,'' imbuhnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
