Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Oktober 2017 | 16.30 WIB

Tingkatkan Keamanan Siber, Pemerintah Kucurkan USD 15,6 Juta

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Sebuah proyek penelitian pengembangan keamanan siber tengah dilakukan untuk mengidentifikasi sumber malware APT.


Penelitian ini sebagai salah satu bentuk upaya pemerintah Singapura meningkatkan kemampuan negara ini dalam hal penelitian dan pengembangan (R&D) keamanan siber.


Bekerja sama dengan National University of Singapore (NUS), proyek penelitian oleh Kaspersky Lab merupakan satu dari sembilan proyek keamanan siber yang didanai oleh Singapore National Research Foundation, dengan total dana sebesar USD 15,6 juta.


Pemerintah Singapura meluncurkan The National Cybersecurity R&D Programme Grant Call, pada bulan November 2016, yang berfokus pada potensi transfer ilmu dan teknologi keamanan siber.


Jadi pendanaan ini memang ditujukan bagi proyek yang melakukan penelitian terhadap bidang teknologi penting seperti pendeteksian, analisis dan pertahanan yang efektif terhadap ancaman, sistem IoT yang aman, security-by-design serta pengujian teknologi yang ada.


Semantara, penelitian ini berfokus pada tiga bidang penting, yaitu keamanan nasional, infrastruktur kritis dan negara pintar (Smart Nation).


"Dengan senang hati kami memutuskan untuk mengambil kesempatan dari NRF ini dengan harapan kesempatan ini bisa menjadi hal baru dalam upaya penelitian Kaspersky Lab di Asia. Kami berharap bahwa teknologi baru yang dikembangkan bersama NUS akan membantu meningkatkan kecepatan penelitian kami dalam hal kode atribusi," kata Director of Global Research dan Analysis Team, Kaspersky Lab APAC, Vitaly Kamluk dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/10).


Dari 23 proposal yang diterima, hanya 9 proposal yang dipilih berdasarkan kepentingan mereka dalam menciptakan dampak bagi Singapura dan adanya kemungkinan penerapan yang praktis dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.


Kaspersky Lab bekerja dengan NUS untuk mengembangkan proyek penelitiannya yang berjudul, "Malware Source Attribution through Multi-Dimensional Code Feature Analysis".


Tujuannya untuk menciptakan solusi otomatis yang akan membantu para analis perangkat lunak, serta tim respons keamanan memahami kemiripan antarmalware yang digunakan dalam berbagai serangan di dunia maya secara lebih efisien.


"Serta menentukan pelaku penyerangan dengan cepat," tutup dia.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore