Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Oktober 2017 | 02.54 WIB

6 Bulan Kasus Novel Baswedan Mengendap, Pimpinan KPK Dihujani Kritik

Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK saat peringati 6 bulan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. - Image

Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK saat peringati 6 bulan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

JawaPos.com- Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menagih penuntasan kasus penyiraman air keras penyidik Novel Baswedan. Apalagi, kasus tersebut seolah mangkrak selama enam bulan pasca mata Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017.


Lalola Easter dari Indonesia Corruption Watch (ICW) mengatakan, publik tidak boleh melupakan peristiwa yang membuat mata Novel terluka parah itu. Selain itu, Polri juga harus ditagih terus-menerus untuk dapat menemukan pelaku penyiraman air keras.


"Di mana bulan keenam ini sebetulnya tindak pidana yang sifatnya umum. Makanya jadi aneh Bareskrim Polri notabene cepat soal tindak pidana umum namun soal ini berlarut-larut," kata Lola di depan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/10).


Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan kekecewaannya karena hingga kini kepolisian tak kunjung menuntaskan kasus Novel. Padahal, menurut dia, banyak petunjuk yang dapat ditangkap kepolisian untuk mengungkap pelaku.


"Oleh sebab itu karena kami pesimis mau diungkap, maka harapan kami gantungkan kepada orang yang paling berkuasa yaitu presiden," ujar Dahnil.


Koalisi pun berulang kali meminta Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen untuk menuntaskan kasus Novel.


Tak hanya itu, dia pun mengungkapkan kecewa kepada pimpinan KPK yang seolah-olah pasrah dengan perkembangan penanganan kasus Novel yang diam di tempat. Sebab, jika kasus Novel didiamkan, maka bisa jadi teror serupa akan menimpa pegawai KPK lainnya.


"Sikap pimpinan KPK bagi saya itu absen dan tak serius. Ini baru Novel, saya enggak tahu kalau Febri (jubir KPK) dan lainnya diserang apakah pimpinan akan lindungi," ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Koalisi Masyarakat juga melakukan video call dengan Novel Baswedan yang sedang menjalani perawatan di Singapura. Novel masih berharap akan dibentuk TGPF Independen untuk mengungkap teror yang menimpanya.


"Selain itu saya ingin sampaikan kepada semua pihak yang concern dengan pemberantasan korupsi, kita harus tetap semangat berani dalam rangka perjuangan melawan korupsi. Masalah besar tentunya risiko itu menjadi hal tak terelakan, tetapi ingin saya sampaikan hal seperti ini kebanggan bagi kita. Apapun itu," ujar Novel.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore