
Ilustrasi
JawaPos.com – Tingginya tuntutan gaya dan beban hidup masyarakat perkotaan sering kali berujung pada stres bahkan depresi. Berbagai permasalahan umum yang menjerat kota-kota besar biasanya membuat masyarakatnya diliputi masalah sosial. Sebut saja masalah kemiskinan, kemacetan, masalah lingkungan, pendidikan, dan lainnya.
Dalam momentum Hari Kesehatan Jiwa kali ini, sudah saatnya masyarakat untuk bergerak dan menyadari pentingnya kesehatan jiwa. Jika memang beban hidup terlalu stres atau membuat tak bersemangat, yang paling dibutuhkan adalah berbagi atau bercerita (let’s talk).
Pakar Kesehatan dari Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc. menjelaskan angka yang mencengangkan. Ternyata masyarakat di perkotaan masih kolot dalam menangani masalah kejiwaan.
“Data menunjukkan kejadian pertama early psikosis atau pada tahap awal gangguan jiwa sesuai riset tahun 2008-2009, pasien pertama yang mengalami gejala sakit sebanyak 60 persen pergi ke alternatif. Itu di Jakarta,” paparnya saat berbincang dengan JawaPos.com di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor.
Budi meminta masyarakat jangan lagi memberi cap atau stigma negatif kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sebab, ODGJ tak seluruh tubuh atau jiwanya terganggu. Banyak dari mereka masih bisa diajak berkomunikasi.
“Perkotaan lebih rendah dalam hal pasung, dibandingkan dengan pedesaan. Mungkin saja akses pelayanan kesehatan lebih diketahui,” ujar Budi.
Orang dengan masalah kejiwaan, kata Budi, belum tentu menderita gangguan jiwa. Memang ada faktor risiko yang terjadi sehingga membutuhkan pencegahan. Risiko menjadi cemas, depresi, minder, bahkan bunuh diri.
“Minder, depresi, bunuh diri bahkan ujung-ujungnya. Penyebabnya dari mulai PHK kerja, putus sekolah, atau perceraian,” katanya.
Seseorang dengan gangguan jiwa terlihat jelas dari ekspresi wajah. Tatapan mata kosong atau sedih bisa dilihat dengan mudah.
“Ekspresi muka sedih pandangan kosong yang paling tahu adalah keluarganya. Apalagi jika dia korban pelecahan seksual. Tentu butuh support dengan curhat minta bantuan, jangan sampai depresi. Dengan curhat maka seseorang sudah membuat jiwanya sehat,” tegas Budi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
