Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Oktober 2017 | 18.45 WIB

Penembakkan Las Vegas: Polisi Curiga Pelaku Dibantu Orang Lain

JADI PERDEBATAN: Penjaga toko senjata di Good Guys Gun Shop di Orem, negara bagian Utah, AS menunjukkan contoh bump fire yang dipasang di senapan semi otomatis. Pelaku penembakan Las Vegas menggunakan senjata yang seperti ini. - Image

JADI PERDEBATAN: Penjaga toko senjata di Good Guys Gun Shop di Orem, negara bagian Utah, AS menunjukkan contoh bump fire yang dipasang di senapan semi otomatis. Pelaku penembakan Las Vegas menggunakan senjata yang seperti ini.

JawaPos.com – Tidak hanya menghadirkan mimpi buruk bagi warga Amerika Serikat (AS), teror Las Vegas 1 Oktober lalu juga menimbulkan kegaduhan di Kongres. Rabu (4/10), seorang tokoh senior Partai Republik menyatakan kesediaannya membahas regulasi kepemilikan senjata. Tapi, Presiden Donald Trump tetap berusaha menghindari topik tersebut.


John Cornyn, senator dari Negara Bagian Texas, menyoroti penggunaan bump stocks alias slide fire alias bump fire yang Stephen Craig Paddock tambahkan pada 12 di antara total 23 senjata miliknya di hotel. Pelaku tunggal teror pada Minggu malam (1/10) tersebut menambahkan aksesori itu untuk mengubah senjata semiotomatis menjadi otomatis (senapan serbu). Dengan demikian, daya destruktif senapannya berlipat ganda.


Pada sebuah senapan semiotomatis, pelaku harus selalu menarik pemicu sebelum menembakkan peluru. Dengan alat tambahan seperti bump fire, pemicu cukup ditarik satu kali, lalu peluru bisa ditembakkan sampai habis. Dalam perundang-undangan di AS, tidak semua senjata otomatis bisa diperjualbelikan. Bahkan, di beberapa negara bagian, senjata tersebut dianggap ilegal.


”Jika seseorang bisa mengubah senapan semiotomatis (menjadi otomatis) hanya dengan membeli dan memasang aksesori tersebut, lantas menebar teror maut seperti di Las Vegas, jelas kita harus melakukan sesuatu,” papar Cornyn. Lagi pula, aksesori yang harganya berkisar USD 40 atau sekitar Rp 538 ribu itu dijual bebas dan legal. Politikus 65 tahun tersebut merasa prihatin dengan fakta itu.


Sebelumnya, Senator Dianne Feinstein mengusulkan pembatasan bump stocks di pasaran. Menurut politikus Demokrat asal Negara Bagian California itu, teror Las Vegas merupakan dampak fatal penjualan bebas bump stocks. Sebab, aksesori yang semula dijual untuk membantu para penembak yang gerakan tangannya terbatas tersebut malah disalahgunakan. Tak lagi sebagai alat bantu, bump stocks kini menjadi aksesori maut.


”Jika sebuah senapan bisa memuntahkan 45–60 peluru per menit tanpa bump stocks, dengan alat itu senapan bisa menembak sekitar 400–800 kali tiap menit.” Demikian kesimpulan yang Feinstein tuliskan dalam berkas laporan internalnya.


Dalam wawancara dengan Associated Press, politikus 84 tahun itu mengimbau pemerintah untuk berhenti membiarkan warga sipil memiliki senjata ala militer.


Sementara itu, investigasi polisi terhadap Marilou Danley, kekasih Paddock, tidak membuahkan hasil signifikan. Kepada polisi, perempuan 62 tahun tersebut mengaku tak tahu apa-apa tentang aksi keji pasangannya. Setelah diinterogasi polisi dan FBI, perempuan asal Filipina itu merilis pernyataan untuk media yang dibacakan oleh pengacaranya. ”Sikap dan tutur katanya tidak pernah mencerminkan semua kekejian ini,” ungkapnya.


Joseph Lombardo, sheriff Clark County, pesimistis dengan keterangan Danley. ”Siapa pun yang berada dalam posisinya saat ini pasti juga akan memberikan keterangan yang kurang lebih sama,” ujarnya. Tapi, itu tidak lantas membuat Danley menjadi tersangka maupun person of interest. Selama investigasi berjalan, Danley akan terus dimintai keterangan.


Kemarin muncul dugaan bahwa Paddock tidak beraksi sendirian. Investigasi di lokasi kejadian, Mandalay Bay Hotel and Casino juga merujuk pada keterlibatan pihak lain dalam aksi Paddock. Tapi, siapa pihak lain itu dan apa perannya masih belum diketahui. ”Jika pelaku adalah manusia super, bisa jadi memang dia melakukannya seorang diri. Jika tidak, mungkin ada yang membantunya,” katanya.(*)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore