
Irjen Pol Setyo Wasisto Merilis Ratusan Senjata Impor Milik Korps Brimob Polri.
JawaPos.com - Kepala Korps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail mengatakan, pengadaan 280 pucuk senjata jenis Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) dan 5932 butir peluru yang impor bukan termasuk ke dalam jenis senjata berbahaya. Penggunaannya hanya sebatas menimbulkan efek kejut.
"Saya tegaskan (senjata ini) bukan untuk membunuh, tapi untuk mengejutkan," kata Irjen Pol Murad Ismail di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (30/9).
Murad menjelaskan, senjata tersebut dipakai pada situasi huru-hara yang sifatnya tidak membahayakan. Misalnya, itu digunakan ketika sasaran bersembunyi di balik pohon, agar sasaran kabur.
Bahkan Murad menyebut, amunisi senjata SAGL itu jenis peluru tabur. Larasnya tidak memiliki alur yang biasa ada pada senjata mematikan. Jarak tembaknya paling jauh 100 meter. Penggunanya pun sudah terlatih.
"Semua komandan yang pakai ini sudah pernah kita latih di Cikeas cara penggunaannya," ungkap Murad.
Murad menyebut senjata jenis SAGL tersebut akan disebar di sejumlah daerah rawan konflik, seperti Poso, Sulawesi Tengah, dan Papua.
Lebih lanjut, Murad menuturkan kebutuhan akan senjata itu tidak terlepas dari fungsi Brimob Polri yang berbeda dengan satuan lain di Polri. Yakni, menangani kasus gangguan keamanan level tinggi, seperti antiterorisme.
"Peran Brimob membantu tentara dalam menghadapi musuh, membantu TNI dalam melawan musuh negara," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
