
Delpasari, ibu muda yang terpaksa membawa jenazah anaknya naik angkot.
JawaPos.com - Akibat pelayanan bertele-tele dan tindakan oknum perawat dan sopir ambulans yang meminta uang tambahan Rp 2 juta Delpasari, 31, agar bisa membawanya pulang ke Lampung Utara berbuntut kecamatan. Pihak RSUD dr H Abdul Moeloek (RSUDAM) banjir kecaman dari warganet dan publik lainnya.
Atas perbuatan petugas rumah sakit itu, pihak RSUDAM memberikan sanksi kepada perawat dan oknum sopir ambulans tersebut. Karena perbuatan mereka telah melakukan dugaan pungli kepada keluarga pasien. (baca juga: Pelayanan RSUD Bertele-tele, Ibu Muda Bawa Jenazah Anak Dengan Angkot)
Direktur Diklat dan Peningkatan SDM RSUDAM dr Arief Effendi menjelaskan, RSUDAM telah menerima informasi dari keluarga Delpasari soal dugaan permintaan uang jasa ambulans. Seluruh pengemudi ambulans dikumpulkan.
"Jika dari hasil investigasi itu ditemukan adanya pemungutan, yang bersangkutan akan dikenai sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan," sebut Arief saat mengunjungi rumah keluarga Delpasari di Gedungnyapah, Abung Timur, Lampung Utara (Lampura), kemarin (22/9).
Namun, salah seorang pengemudi bernama Jhon Sinaga tidak hadir. Karena itu, lanjut dia, info konkret mengenai permintaan uang Rp 2 juta kepada keluarga Delpasari belum bisa diklarifikasi.
"Karena akar masalah dari mereka, mulai hari ini yang bersangkutan tidak diperkenankan membawa mobil jenazah. Kami terus mencari Jhon untuk klarifikasi masalah ini," kata Direktur Umum dan Keuangan RSUDAM Ali Subaidi dalam keterangan yang diterima Radar Lampung (Jawa Pos Group).
Selain itu, RSUDAM memberikan sanksi berupa pemindahan perawat atas nama Dwi Hartono. "Perawat seharusnya mengecek dan memastikan jenazah naik ambulans. Itu tidak dia lakukan. Memang ada alasan yang disampaikan, tapi kami tidak bisa toleransi," kata Ali Subaidi.
Dalam kunjungan tersebut, Arief bersama rombongan berziarah ke makam Berlin Istana, anak Delpasari dan Ardiansyah.
Ardiansyah, 41, suami Delpasari, mengapresiasi kedatangan pihak RSUDAM yang membawa pesan duka Gubernur Ridho. Pihak keluarga, lanjut dia, telah mengikhlaskan kepergian Berlin. Pihak keluarga juga tidak akan menuntut ke jalur hukum.
Dia menyatakan selama di RSUDAM mendapat perawatan yang baik. Persoalan terjadi saat hendak menggunakan fasilitas ambulans. Karena itu, dia meminta pihak RSUDAM berbenah diri memperbaiki pelayanan di sektor ambulans.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
