Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 September 2017 | 15.46 WIB

Biarkan Ibu Muda Bawa Jenazah Anak Naik Angkot, RSUDAM Dikecam

Delpasari, ibu muda yang terpaksa membawa jenazah anaknya naik angkot. - Image

Delpasari, ibu muda yang terpaksa membawa jenazah anaknya naik angkot.

JawaPos.com - Akibat pelayanan bertele-tele dan tindakan oknum perawat dan sopir ambulans yang meminta uang tambahan Rp 2 juta Delpasari, 31, agar bisa membawanya pulang ke Lampung Utara berbuntut kecamatan. Pihak RSUD dr H Abdul Moeloek (RSUDAM) banjir kecaman dari warganet dan publik lainnya.


Atas perbuatan petugas rumah sakit itu, pihak RSUDAM memberikan sanksi kepada perawat dan oknum sopir ambulans tersebut. Karena perbuatan mereka telah melakukan dugaan pungli kepada keluarga pasien. (baca juga: Pelayanan RSUD Bertele-tele, Ibu Muda Bawa Jenazah Anak Dengan Angkot)


Direktur Diklat dan Peningkatan SDM RSUDAM dr Arief Effendi menjelaskan, RSUDAM telah menerima informasi dari keluarga Delpasari soal dugaan permintaan uang jasa ambulans. Seluruh pengemudi ambulans dikumpulkan.


"Jika dari hasil investigasi itu ditemukan adanya pemungutan, yang bersangkutan akan dikenai sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan," sebut Arief saat mengunjungi rumah keluarga Delpasari di Gedungnyapah, Abung Timur, Lampung Utara (Lampura), kemarin (22/9).


Namun, salah seorang pengemudi bernama Jhon Sinaga tidak hadir. Karena itu, lanjut dia, info konkret mengenai permintaan uang Rp 2 juta kepada keluarga Delpasari belum bisa diklarifikasi.


"Karena akar masalah dari mereka, mulai hari ini yang bersangkutan tidak diperkenankan membawa mobil jenazah. Kami terus mencari Jhon untuk klarifikasi masalah ini," kata Direktur Umum dan Keuangan RSUDAM Ali Subaidi dalam keterangan yang diterima Radar Lampung (Jawa Pos Group).


Selain itu, RSUDAM memberikan sanksi berupa pemindahan perawat atas nama Dwi Hartono. "Perawat seharusnya mengecek dan memastikan jenazah naik ambulans. Itu tidak dia lakukan. Memang ada alasan yang disampaikan, tapi kami tidak bisa toleransi," kata Ali Subaidi.


Dalam kunjungan tersebut, Arief bersama rombongan berziarah ke makam Berlin Istana, anak Delpasari dan Ardiansyah.


Ardiansyah, 41, suami Delpasari, mengapresiasi kedatangan pihak RSUDAM yang membawa pesan duka Gubernur Ridho. Pihak keluarga, lanjut dia, telah mengikhlaskan kepergian Berlin. Pihak keluarga juga tidak akan menuntut ke jalur hukum.


Dia menyatakan selama di RSUDAM mendapat perawatan yang baik. Persoalan terjadi saat hendak menggunakan fasilitas ambulans. Karena itu, dia meminta pihak RSUDAM berbenah diri memperbaiki pelayanan di sektor ambulans. 

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore