
Angel dihentikan ofisial pada putaran terakhir nomor Individual Road Race yang berlangsung Jumat (22/9).
JawaPos.com - Laju pembalap putri Indonesia, Liontin Evangelina Setiawan, di Kejuaraan Dunia Balap Sepeda Jalan Raya 2017 berakhir prematur. Angel dihentikan ofisial pada putaran terakhir nomor Individual Road Race yang berlangsung Jumat (22/9).
Pada lomba berjarak 76,4 kilometer tersebut, laju Angel dihentikan karena dianggap tertinggal terlalu jauh dari peloton. Selain Angel, masih ada 10 pembalap lain yang juga tak mampu menyelesaikan lomba. Saat pemanasan jelang lomba, Angel terlihat gugup. Tak ada senyum yang biasanya meghiasi muka Angel.
“Saya gugup karena ini pertama kalinya turun di kejuaraan dunia. Situasinya berbeda dengan saat Individual Time Trial karena itu memang spesialisasi saya. Kalau di time trial, saya balapan sendiri, jadi bisa lebih fokus. Kalau di road race berlomba dengan banyak orang, jadi harus lebih hati-hati karena saya tidak mau jatuh lagi,” kata Angel usai lomba.
Kondisi Angel memang tidak maksimal akibat cedera lutut kanan yang dialaminya saat berlomba di Prancis beberapa minggu lalu. Hal itu membuat persiapannya menghadapi kejuaraan dunia menjadi terganggu.
Pembalap berusia 18 tahun ini juga mengakui trek di Bergen sangat sulit karena banyak tanjakan, sementara dia lebih bertipe sprinter.
“Tapi, saya cukup beruntung bisa berlatih di Swiss karena di sana saya juga dilatih untuk trek tanjakan, sementara di Indonesia saya lebih banyak latihan di velodrome. Kalau saya tidak berlatih di Swis, mungkin saya tidak akan bisa bertahan di sini,” ujar Angel.
Setelah pulang dari kejuaraan dunia, Angel rencananya akan turun di kejuaraan nomor trek Asian Cup yang berlangsung di India bersama Ayustina Delia Priatna dan Crismonita. Selain itu, Angel juga masih menyimpan satu impian lagi. “Saya ingin kembali ke Swiss untuk berlatih untuk mengembangkan kemampuan saya,” tuntasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
