Minggu, 22 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

KPAI: Pelaku Peredaran Obat PCC Bisa Dihukum Mati

| editor : 

Ilustrasi obat PCC

Ilustrasi (Istimewa)

JawaPos.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepolisian mengusut tuntas kasus peredaran obat ilegal jenis Parasetamol, Cafein, dan Carisoprodol (PCC). Bahkan, menurut Komisioner KPAI Jasra Putra, pelaku peredaran obat keras itu bisa dijatuhi hukuman mati.

Jasra mengatakan, hukuman maksimal harus dijatuhi kepada pelaku baik produsen, distributor, dan pengecer apabila mengetahui obat seperti PCC dijual di masyarakat.

"Bahkan dalam undang-undang perlindungan anak itu memungkinkan hukuman mati bagi pelaku dewasa," kata Jasra saat dihubungi, Jumat (22/9).

Selain itu, kata dia, peredaran obat terlarang seperti PCC harus kuat pengawasan oleh pemerintah. Sehingga obat tidak mudah diakses atau dijual bebas di pasaran.

"Maksimalisasi program preventif pemerintah seperti informasi melalui media, dan komunitas masyarakat tentang obat-obat yang dianggap membahayakan," paparnya.

Sebelumnya, Polda Sulawesi Tenggara menangkap sembilan orang yang diduga sebagai pengedar obat ilegal jenis Parasetamol, Cafein, dan Carisoprodol (CC). Kesembilan orang ini diciduk karena menyebabkan 60 lebih korban dilarikan ke rumah sakit jiwa.

Sembilan orang tersebut dijerat dengan Pasal 197 juncto Pasal 106 ayat 1 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dari kesembilan tersangka, polisi menyita 5.227 butir obat. Hingga saat ini, polisi menggali motif tersangka mengedarkan obat-obatan tersebut dan cara mendistribusikannya.

(put/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP