Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 September 2017 | 00.30 WIB

Puspa Agro Suplai RPK Bulog

PARTAI BESAR: Setelah sukses dengan trading house, Puspa Agro melirik perkulakan dan pasar grosir. - Image

PARTAI BESAR: Setelah sukses dengan trading house, Puspa Agro melirik perkulakan dan pasar grosir.

JawaPos.com – Puspa Agro menyuplai sebagian kebutuhan bahan pokok yang dipasarkan Bulog melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK). Selama ini, bisnis Puspa Agro mengandalkan konsep trading house.


Dirut PT Puspa Agro Abdullah Muchibuddin menuturkan, dengan berpartisipasi ke RPK, secara tidak langsung, BUMD Jatim tersebut turut mendukung langkah Bulog sebagai stabilisator harga. Saat ini sedikitnya ada sebelas bahan pokok yang dijual RPK.


Puspa Agro akan menyuplai sejumlah bahan pokok seperti telur, daging ayam, ikan, dan komoditas hortikultura, misalnya buah. Dengan pasokan bahan pokok yang lebih lengkap itu, RPK bisa menjadi embrio pusat perkulakan.


Selain memasok bahan pokok untuk RPK, Puspa Agro lebih serius menggarap pasar grosir. Dengan demikian, mata rantai perdagangan bakal terpangkas karena target pasar grosir adalah pedagang. ”Jadi, bukan ritel. Kalau kami masuk ke ritel, peran sebagai stabilisator harga hilang,” terangnya.


Konsentrasi ke pasar grosir dan RPK tersebut mulai diterapkan tahun depan. Selama ini, Puspa Agro mengandalkan divisi trading house yang menyerap produk pertanian dari petani dan langsung didistribusikan ke pasar yang dituju. Misalnya, pasar modern, katering, rumah sakit, dan perhotelan.


Puspa Agro sudah bekerja sama dengan Bulog Divre Surabaya Selatan untuk menyerap beras dari petani di Mojokerto, Jombang, dan daerah sekitarnya. Khusus untuk katering, Puspa Agro telah menggandeng PT Pangsansari Utama, PT Indocater Tangguh, PT Aero Catering Service, PT Nusantari Sentosa Pratama, dan PT Prima Citra Nutrindo.


Untuk produk perikanan, Puspa Agro bekerja sama dengan BUMN PT Perikanan Nusantara. ”Konsep trading house yang kami kembangkan mulai diadopsi beberapa provinsi lain. Misalnya, DKI Jakarta,” tuturnya.
Abdullah mengakui, hal terpenting dalam pengembangan kedua konsep adalah permodalan yang kuat. Dengan modal yang besar, produk hasil pertanian yang dipasarkan kian banyak. (*)


Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore