
Ilustrasi
JawaPos.com - Kebijakan pengenaan biaya untuk isi ulang (top up) uang elektronik atau e-money terus menjadi polemik. Bank Indonesia (BI) selaku pengusul kebijakan tersebut terus mendapat kritik pedas. Kebijakan BI dianggap terlalu berpihak kepada para pengusaha, sementara hak masyarakat coba untuk dikesampingkan.
Fikri (26), mengaku tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Menurut dia, kebijakan tersebut hanya mencekik masyarakat kecil yang membutuhkan kemudahan akses.
"Saya tidak setuju karena sangat mencekik masyarakat kecil," ujarnya kepada JawaPos.com di Jakarta, Selasa (19/9).
Pria asal Padang ini juga merasa heran, program yang mereka kampanye kan malah dipersulit. "Sementara di sisi lain Bank Indonesia dan perbankan menggalakkan gerakan non tunai dan mewajibkan non tunai pada transaksi jalan tol," tambahnya.
Sementara itu, Lidya (23), juga mengatakan hal senada. Pengenaan biaya untuk isi ulang e-money dianggap sebagai langkah cari untung perbankan terhadap masyarakat. "Perbankan terlalu banyak ambil untung jika fee top up diterapkan," tuturnya.
Hal berbeda justru diungkapkan oleh Dana (24), dia setuju atas pengenaan biaya itu. Sebab, hal itu sama saja seperti membeli pulsa.
"Sama saja sih ya kayak beli pulsa, toh kan untuk digunakan ke hal-hal yang produktif ya," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
