Jumat, 24 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Kemenag Sudah Endus Kenakalan First Travel Sejak Awal

| editor : 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin (doc Jawa Pos.com)

JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) tidak mau dianggap lalai dalam pengawasan, lantaran ribuan jamaah umrah First Travel gagal berangkat umrah.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, dalam hal ini pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap biro perjalanan umrah. Namun hanya saja calon jamaah terlambat melakukan pengaduan ke Kemenag sehingga korban sudah banyak.

"Tidak (lalai) karena Kemenag terus melakukan pengawasan sampai pada titik di mana kemudian pelanggaran sudah begitu masif," ujar Lukman saat ditemui Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9).

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ?ini menambahkan, sebenarnya sudah dari akhir 2016 lalu Kemenag menemukan adanya kenakalan dari First Travel. Saat Kemenag ingin memberikan sanksi, namun para calon jamaah tidak setuju.

"Sudah ada indikasi-indikasi adanya pelanggaran. Tapi sebagian calon jamaah meminta Kemenag tidak memberikan sanksi. Tapi melakukan mediasi, bagaimana agar mereka bisa berangkat, dan refund," katanya.

Namun seiring berjalannya waktu, First Travel tidak menepati janjinya untuk memberangkatkan jamaah dan juga melakukan refund. Sehingga akhirnya diputuskan untuk melakukan pembekuan kepada travel milik Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan ini.

"Nah dengan masukan dari OJK (otoritas jasa keuangan) dan juga Bareskrim, akhirnya sanksi kepada First Travel dijatihkan," tuturnya.

Sampai saat ini pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap para penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Pemantauan itu dilakukan supaya tidak terjadi lagi kasus seperti First Travel di kemudia hari.

"Kemenang mengamati sejumlah PPIU. Kemenag terus pantau secara seksama, tidak boleh ada penelantaran," pungkasnya.

Kemenag sebelumnya secara resmi telah menjatuhkan sanksi administratif pencabutan izin operasional PT. First Anugerah Karya Wisata (First Travel) sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Sanksi itu ditetapkan melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 589 Tahun 2017 per tanggal 1 Agustus 2017 lalu.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan adik Anniesa Hasibuan, Kiki Hasibuan, sebagai salah satu tersangka kasus First Travel. Kiki diduga mengetahui cara kerja First Travel.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, mengatakan, Kiki berperan sebagai Komisaris Keuangan di First Travel. Dengan posisi tersebut, disinyalir Kiki mengetahui cara kerja dan aliran dana dalam mengoperasikan First Travel sebagai biro perjalanan. Kiki pun diduga mengetahui perbuatan yang dilakukan Direktur Utama First Travel, Andika Surachman, dan juga Anniesa Hasibuan.

Sejauh ini, tiga orang telah ditetapkan menjadi tersangka. Dua tersangka awal, yakni Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang telah diamankan polisi Rabu (9/8) silam. Setelah melakukan pengembangan, polisi pun melakukan pemeriksaan terhadap adik Anniesa, yakni Kiki dan ditetapkan mrnjadi tersangka kasus penipuan dan penggelapan uang jamaah umrah First Travel.

(cr2/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP