
BAGI ILMU: Dahlan Iskan berbagi gagasan dalam ”Belajar Bisnis Bareng Dahlan” yang dihelat Indonesia Marketing Association Chapter Surabaya di Graha Pena pada Sabtu (9/9).
JawaPos.com – Banyak orang yang terentaskan dari garis kemiskinan meskipun regulasi dan kondisi kurang mendukung. Mereka adalah peluang bisnis yang akan memaksa ekonomi bisa maju. Di depan puluhan pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia, Dahlan Iskan membuka rahasia agar bisnis bisa terus bertahan dan berjalan dalam ’’Belajar Bisnis Bareng Dahlan’’ di Ruang Semanggi, Graha Pena Surabaya, Sabtu (9/9).
Diskusi tersebut diselenggarakan Indonesia Marketing Association Chapter Surabaya bekerja sama dengan Jawa Pos. Dia mengatakan, hasil pembangunan sejak zaman Soeharto sampai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengangkat 120 juta jiwa menjadi tidak lagi miskin.
’’Saya tidak mengatakan mereka kaya, tapi tidak miskin. Tidak perlu menggunakan teori-teori ekonomi yang ruwet untuk mengukurnya,’’ jelas Dahlan. Cukup melihat beberapa parameter simpel. Di antaranya, saat ini mereka tidak perlu memikirkan apa yang akan dimakan bulan depan. Saat hari raya tahun depan, bisa beli baju atau tidak.
Mantan Dirut PLN itu mengumpamakan, jika diletakkan di satu pulau, 120 juta jiwa yang tidak lagi miskin itu akan bisa menyaingi Australia dan Malaysia. Australia berpenduduk 60 juta jiwa dan Malaysia 30 juta jiwa. ’’Kalau seperti itu, Indonesia akan lebih hebat,’’ ujarnya.
Dahlan menegaskan, Indonesia akan semakin maju karena 120 juta jiwa yang tidak lagi miskin itu tidak bisa distop dalam berkembang. Mereka juga akan menyeret 140 juta jiwa yang masih miskin atau sangat miskin. Dalam lima tahun ke depan, jumlah penduduk yang tidak lagi miskin bisa bertambah menjadi 130 juta jiwa.
Nah, 120 juta jiwa itu, menurut Dahlan, adalah potensi pasar. Merekalah yang akan membuat Indonesia terus maju. Dahlan mencontohkan, 100 juta jiwa dari 120 juta tersebut merupakan muslim. Karena itulah, perdagangan pakaian muslim tumbuh dengan pesat.
Dia kemudian meminta salah seorang peserta perempuan maju dan menanyakan jumlah kerudung yang dimiliki. Ternyata, jumlahnya bisa mencapai 100 kerudung. Kondisi itu, menurut Dahlan, sangat berbeda dengan zaman dulu yang hanya punya satu kerudung. ’’Istri saya saja kerudungnya tiga lemari,’’ ucapnya disambut tawa peserta.
Dahlan menambahkan, sesulit apa pun kondisi ekonomi, masih ada yang bisa bergerak di atas rata-rata. Bapak dua anak itu membuktikan dengan survei dadakan terhadap para pengusaha yang menjadi peserta. Dahlan menanyakan siapa yang pendapatan tahun ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Ada lima peserta yang mengangkat tangan. Mereka adalah pengusaha kuliner, jasa konsultan sumber daya manusia, konsultan bisnis, dan jasa wahana permainan anak-anak. ’’Saya yakin sebenarnya yang meningkat lebih banyak dari ini. Mungkin karena tidak mau mengangkat tangan saja,’’ ujarnya. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
