Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Agustus 2017 | 11.35 WIB

Klasemen Akhir Medali SEA Games 2017, Indonesia Terus Melorot

Balu tangkis masih rutin menyumbang medali emas, meski meleset dari target yang ditetapkan. - Image

Balu tangkis masih rutin menyumbang medali emas, meski meleset dari target yang ditetapkan.

JawaPos.com - Pesta olahraga se-Asia Tenggara, SEA Games 2017, sudah rampung pada Rabu (30/8). Malaysia sebagai tuan rumah tampil perkasa dengan bertengger di posisi teratas klasemen perolehan medali. Sementara, Indonesia justru makin melorot.


Malaysia, total mengoleksi 323 medali dengan rincian 145 emas, 92 perak, dan 86 perunggu. Jumlah itu sangat jauh dari pencapaian Thailand yang berada di urutan kedua. Thailand hanya mengumpulkan 246 medali, masing-masing 72 emas, 86 perak, dan 88 perunggu.


Persaingan ketat justru ada di peringkat ketiga dan keempat. Vietnam, meski hanya mengumpulkan total 168 medali, berhak ada di bawah Malaysia dan Thailand. Pasalnya, koleksi medali emas Vietnam mencapai 58 keping, ditambah 50 perak dan 60 perunggu.


Sementara, Singapura yang meraup 188 medali justru harus puas di posisi keempat. Dalam hal perolehan medali emas, Singapura hanya berselisih satu keping di bawah Vietnam, ditambah 58 perak dan 73 perunggu.


Lalu, ada di mana posisi Indonesia? Untung tak dapat diraih dan malang pun tak bisa ditolak. Indonesia kembali hanya bisa menempati peringkat kelima di klasemen akhir perolehan medali multievent dwitahunan tersebut.


Total, kontingen Indonesia cuma bisa mengumpulkan 191 keping medali, dengan rincian 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu. Meski secara peringkat tak mengalami perubahan dibanding event serupa dua tahun lalu, Indonesia tetap mengalami kemelorotan.


Bagaimana tidak. Pada 2015 di Singapura, Indonesia memang hanya meraup 182 medali. Namun, jumlah emas yang dicapai lebih tinggi, yakni 47 keping. Ditambah 61 perak dan 74 perunggu.


Lalu pada 2013 di Naypyidaw, Myanmar, Indonesia menempati peringkat keempat di klasemen akhir perolehan medali. Para atlet kebanggaan bangsa mampu mengumpulkan 258 medali dengan rincian 64 emas, 84 perak, dan 110 perunggu.


Mundur dua tahun, Indonesia bertindak sebagai tuan rumah pada gelaran di Jakarta dan Palembang. Sebagai tuan rumah, wajar pada akhirnya Indonesia keluar sebagai juara umum dengan perolehan 476 medali. Jumlah emas Indonesia mencapai 182, ditambah 151 perak dan 143 perunggu.


Dengan kata lain, melihat tren sejak terakhir kali Indonesia menjadi juara umum di rumah sendiri, ada kemerosotan prestasi. Jumlah medali emas Indonesia terus melorot dalam tiga edisi terakhir.


Fakta ini cukup miris mengingat Indonesia menjadi negara yang paling sering menjadi juara umum. Sudah 10 kali Indonesia menjadi jawara ASEAN, unggul 3 dari pesaing terberat, Thailand. Bahkan, Malaysia baru dua kali menjadi juara umum.


Meski begitu, dalam total perolehan medali emas sepanjang masa, Indonesia masih terpaut di bawah Thailand. Sejak era SEA Peninsular Games hingga SEA Games pada 1959 hingga 2017, Thailand sudah mengoleksi 2221 medali emas, sedangkan Indonesia 1784.


Jelas pencapaian tahun ini yang kian melorot akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Apalagi, tahun depan Indonesia akan menjadi tuan rumah multievent yang lebih besar, Asian Games. Jika tak mau malu di rumah sendiri, Indonesia perlu berbenah.

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore