Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Agustus 2017 | 02.55 WIB

Tiap Hari, Transaksi Investor Jatim Rp 500 Miliar

DORONG GO PUBLIC: Nick Hogan (dua dari kiri) bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo (dua dari kanan). - Image

DORONG GO PUBLIC: Nick Hogan (dua dari kiri) bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo (dua dari kanan).

JawaPos.com- Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan kantor baru Pusat Informasi Go Public di Surabaya. Peresmian kantor itu bertujuan memudahkan akses penggalangan dana dari pasar modal.


Direktur BEI Nicky Hogan menyatakan, penggalangan dana dari pasar modal Indonesia terus meningkat setiap tahun. Tahun lalu, total penggalangan dana pasar modal nasional mencapai Rp 674 triliun.


Artinya, terjadi kenaikan 40 persen dari tahun sebelumnya. ”Sampai bulan ini, penggalangan dana nasional mencapai Rp 481 triliun,” terangnya.


Jumlah investor di pasar modal juga terus meningkat sejak 2014. Peningkatannya, bahkan, mencapai 20 persen per tahun. Sekitar 71 ribu di antara sejuta investor di pasar modal berasal dari Jatim. Salah satunya berkat 44 galeri investasi yang tersebar di Jatim.


Jatim juga memiliki investor paling aktif di Indonesia. Sebab, investor di Jatim mampu melakukan transaksi di pasar modal dengan nominal rata-rata Rp 500 miliar per hari. Sementara itu, transaksi pasar modal nasional adalah Rp 7,5 triliun per hari. Market share investor di Jatim, bahkan, mencapai 15 persen dari nasional.


Nicky berharap Pusat Informasi Go Public di Surabaya itu dapat memudahkan perusahaan untuk memperoleh informasi teknis tentang go public secara komprehensif. Mulai manfaat, persyaratan, proses, hingga bagaimana mempersiapkannya. ”Kami ingin jumlah perusahaan yang berpartisispasi dalam memanfaatkan peluang pendanaan dari pasar modal untuk pengembangan usaha bisa bertambah,” jelas Nicky.


Di sisi lain, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen menegaskan, pihaknya menyiapkan tiga strategi untuk mendukung pengembangan pasar modal. Yakni, stabilitas keuangan, inklusi keuangan, dan kontribusi industri pasar modal.


Menurut Hoesen, semakin banyak investor domestik yang berpartisipasi, pasar modal di Indonesia akan semakin stabil. Sementara itu, inklusi dan literasi keuangan ditujukan kepada pelaku ekonomi agar memanfaatkan pasar modal untuk meningkatkan pertumbuhan usaha.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore