
Ilustrasi
JawaPos.com - Belakangan umat muslim mulai melirik ibadah umrah dengan biaya murah alias backpaker. Akan tetapi bagi jemaah yang baru pertama kali menginjak tanah suci agar perlu memahami triknya agar tidak terjebak dalam risikonya.
"Setidaknya ada empat risiko yang dihadapi calon jemaah yang melakukan umrah backpacker," kata Pengamat Haji dan umrah, Muhammad Hidir Andi Saka di kawasan perkantoran Icon Business Park BSD City, Tangerang Selatan, Banten pada Selasa (11/7).
Adapun empat risiko tersebut, yakni:
Pertama, segala sesuatu yang tidak diserahkan kepada ahlinya maka akan menimbulkan masalah. Seperti visa umrah yang tidak mungkin dikeluarkan jika tidak melalui visa provider. Calon jemaah tetap akan melalui travel sebelum melakukan perjalanan ke tanah suci. "Sudah jelas visa provider itu adalah travel yang sudah terdaftar resmi di pemerintah," kata Hidir.
Kedua, penanganan barang bawaan. Baik saat di bandara keberangkatan maupun kedatangan. Jika calon jemaah tidak mengerti seluk beluk keimigrasian, mak akan membawa masalah yang menyita waktu.
"Kalau jamaah kehilangan barang di bandara, maka itu akan merugikan jemaah sendiri. Mengurus itu semua tidak sebentar. Belum lagi kalau jemaah tidak bisa berbahasa Arab atau Inggris," jelasnya.
Ketiga, jemaah backpacker akan menderita di tanah suci karena terlalu menghemat biaya akomodasi dan konsumsi. Jika dibiarkan seperti itu, jemaah bisa jatuh sakit karena fisikna tidak tahan dengan cuaca di Makkah atau Madinah.
"Mereka tidak mau mengeluarkan uang untuk sewa hotel selama umrah. Ini tentu menyiksa, karena suhu udara di tanah suci sangat panas. Kalau menginap di hotel, maka setidaknya jamaah memiliki banyak waktu untuk istirahat secara baik," imbuhnya.
Keempat, jemaah backpacker kebanyakan menggunakan maskapai murah yang terlalu banyak transit di beberapa negara. Hal ini akan membuang-buang waktu dan energi.
"Maksud hati menghemat biaya, namun pada akhirnya akan keluar biaya besar juga. Ketika transit di banyak negara, pasti akan keluar biaya konsumsi yang juga tidak sedikit," pungkas pemilik Qashwa Tour and Travel itu. (iil/JPG)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
