Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Juli 2017 | 22.59 WIB

Rahasia Pramugari Batik Air Piawai Bantu Persalinan di Pesawat

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Kejadian ibu melahirkan di pesawat Batik Air memberikan cerita unik tersendiri. Rupanya para pramugari di maskapai itu memang sudah diberikan ilmu yang cukup agar tak panik saat menghadapi kegawatdaruratan khususnya saat penumpang melahirkan.

Public Relations Manager Lion Air Group, Andy M Saladin‎ mengatakan, pramugari maupun pramugara yang bekerja di Lion Air Group telah dibekali berbagai ilmu penerbangan, termasuk membantu proses persalinan. Sehingga saat proses tersebut tak terjadi kepanikan di antara mereka.

"Pendidikan pramugari itu enam bulan dan dalam enam bulan tersebut, terdapat pelajaran membantu proses kelahiran, diajarkan teori serta praktek," kata Andy kepada JawaPos.com, Minggu (9/7).

Selain dibekali ilmu proses persalinan, ‎kata Andy, di setiap pesawat juga terdapat buku yang menerangkan cara-cara menangani dan membantu penumpang yang ingin melahirkan. Sehingga para pramugari bisa dengan sigap untuk melakukam pertolongan pertama.

"Kami siapkan buku juga, jadi misalnya pramugari itu panik, bisa melihat buku itu, ada cara-caranya," tutur Andy.

Meskipun pramugari sudah dibekali ilmu persalinan, Andy tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sedang hamil dan ingin menggunakan jasa penerbangan agar terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter kandungan. Para bumil dengan usia kandungan sudah tua diminta untuk tak memaksakan diri bepergian.

"Kami juga ingin memberitahu ke masyarakat, kalau sudah hamil 36 minggu itu tidak boleh naik pesawat," katanya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengapresiasi semua pihak yang telah membantu seorang ibu melahirkan di dalam pesawat Batik Air. Para awak kemudian dengan dengan sigap membawanya ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan lanjutan pada Sabtu 8 Juli 2017.

"Hal ini mengindikasikan kesigapan dan kerja sama yang baik para operator di lapangan dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam keadaan darurat. Seperti misalnya para pramugari, pilot, petugas ATC, groundhandling dan petugas darat yang lain," papar Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agoes Soebagio. (cr1/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore