Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Juni 2017 | 00.35 WIB

Meski Tak Melihat, Adrian ERK Sukses Luncurkan Album Solo

Adrian Yunan - Image

Adrian Yunan

JawaPos.com - Musisi Adrian Yunan yang selama ini dikenal sebagai bassis grup musik Efek Rumah Kaca, kini merilis album perdana sebagai seorang solois. Sejak 2010, dia terpaksa absen dari panggung Efek Rumah Kaca menyusul kondisi tubuh dan matanya yang terus menurun. 


Saat itu, praktis Adrian hanya menghabiskan waktu di rumah saja, sembari terus berobat dengan kondisi kesehatannya yang menyebabkan hilangnya penglihatan secara berangsur-angsur alias buta.


"Saat itu saya merasa amat terpukul. Hingga di titik terendah, saya hanya hidup di atas tempat tidur saja tanpa melakukan apapun," kata Adrian kepada JawaPos.com, Jumat (9/6).


Meski dengan kondisi tersebut, Adrian tidak mau kalah dengan keadaan. Semangatnya bangkit  terbangun dari sebuah mimpi yang akhirnya menjadi titik baliknya untuk bangkit. "Saat bangun saya jadi terpikir, apakah saya mau melanjutkan hidup sebagai orang yang kalah atau yang menang," jelasnya. 


Menulis lagu telah menjadi kegiatan rutin Adrian sejak SMA, bahkan sebelum Efek Rumah Kaca terbentuk. Namun apa yang dia tulis di tengah kondisinya saat itu pada prosesnya menjadi terapi tersendiri bagi dirinya. 


Sejak momen tersebut, lagu demi lagu terus ditulis tanpa terpikir untuk direkam atau tidak. Beberapa lagu yang dibuat di periode tersebut ada yang akhirnya masuk di album ketiga Efek Rumah Kaca, Sinestesia.


Banyak lagu Adrian tidak jelas nasibnya. Hingga sampai suatu hari, vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud melempar ide untuknya mengumpulkan materi-materi lagunya tersebut agar dibuat album solo. Ide Cholil pun disambut Adrian yang langsung bersemangat memilah lagu-lagu yang akan direkam.


Mengambil tajuk Sintas yang memiliki arti bertahan hidup dalam kondisi yang tidak diinginkan, album ini menjadi bukti bagaimana Adrian menyikapi kekurangannya lalu beradaptasi dan bertahan hidup hingga keluar menjadi seorang penyintas.


Dalam album ini, Adrian menyajikan lirik-lirik kontemplatif dan penyemangat diri yang ada di lagu Mikrofon, Lari, Komedi Situasi, atau Tak Ada Histeria. Bahkan Adrian juga menulis lagu khusus didedikasikan untuk sesama teman-teman Difabel pada lagu Ruang Yang Sama.


Selain berisi lirik-lirik kontemplatif, album Sintas juga menampilkan lagu-lagu yang terinspirasi dari interaksi sehari-harinya dengan istri dan anaknya di rumahnya. Seperti keinginan untuk jalan-jalan ke pantai berdua bersama istri pada Terminal Laut. Serta saat tanpa sengaja Adrian menginjak mainan anaknya hingga rusak menjadi lagu berjudul Mainan.


Secara keseluruhan, album Sintas mengandung harapan bahwa semua kesulitan pasti akan ada jalan keluarnya. “Dari awal saya baru memulai kembali menulis lagu saat jatuh sakit, saya yakin suatu saat semua ini akan lewat dan akan menjadi sesuatu yang baik. Akhirnya terbukti dengan dirilisnya album Sintas, ada hikmah positif di balik semua ini," ucap Adrian.


CD album Sintas telah bisa didapatkan di sejumlah toko musik sejak awal Juni 2017. (ded/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore