Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juli 2026 | 00.14 WIB

Sering Menutup Pintu-Jendela demi Lindungi Anak dari Penyakit? Dokter Ingatkan Bahaya Rumah Minim Sirkulasi Udara

Diskusi Parenting Talk Show: First Space, First Care yang diselenggarakan Mowilex di Jakarta, Senin (6/7). (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Diskusi Parenting Talk Show: First Space, First Care yang diselenggarakan Mowilex di Jakarta, Senin (6/7). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Banyak orang tua memilih membatasi aktivitas anak di luar rumah ketika kasus penyakit menular sedang meningkat. Langkah tersebut memang dapat mengurangi risiko paparan virus atau bakteri dari luar, tetapi bukan berarti kondisi di dalam rumah boleh diabaikan.

Pediatrician atau dokter spesialis anak, dr. Ria Yoanita mengingatkan, rumah yang tertutup tanpa sirkulasi udara yang baik justru dapat menjadi tempat berkumpulnya berbagai partikel, mulai dari debu hingga mikroorganisme yang berpotensi mengganggu kesehatan anak. Karena itu, kualitas udara di dalam rumah perlu mendapat perhatian yang sama besarnya dengan upaya melindungi anak dari paparan penyakit di luar.

Menurutnya, saat anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, orang tua harus memastikan lingkungan tempat tinggal tetap sehat, nyaman, dan aman.

"Jadi kalau anak-anak itu sebagian besar akan beraktivitas di rumah, apalagi sekarang sedang banyak orang sakit di luar sana, sehingga pasti kita akan sedikit banyak 'mengurung' anak secara tidak langsung di rumah biar tidak tertular siapa-siapa," kata dr. Ria dalam diskusi Parenting Talk Show: First Space, First Care yang diselenggarakan Mowilex di Jakarta, Senin (6/7).

Namun, ia menegaskan bahwa membatasi aktivitas di luar rumah saja tidak cukup agar anak benar-benar terlindungi.

"Nah, akhirnya di rumah harus benar-benar diperhatikan bahwa rumah itu beneran terlindungi. Tidak cuma kita orang dewasanya yang sakit misalnya terus memakai masker, tapi juga kenyamanan dan keamanan rumah itu seperti apa," lanjutnya.

Ia mengatakan, masih banyak orang tua yang hanya berfokus pada kebersihan rumah, tetapi melupakan faktor lain yang turut menentukan kualitas udara di dalam ruangan. Padahal, kelembapan, suhu, ventilasi, dan pencahayaan saling berkaitan dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak.

"Rumah itu butuh kelembapan diatur, suhu diatur, ventilasi diatur, dan pencahayaannya pun juga harus tepat. Supaya apa? Supaya sirkulasi udaranya, udara yang masuk ke dalam saluran pernapasannya itu jadi baik, sehingga menghindarkan dari penyakit yang paling sering dijumpai oleh anak-anak yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)," jelasnya.

Ia menilai, ventilasi yang baik memiliki peran penting untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah. Jika udara terus terjebak di dalam ruangan tanpa adanya pertukaran dengan udara segar dari luar, berbagai partikel dapat terus berputar di dalam rumah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore