
Diskusi Parenting Talk Show: First Space, First Care yang diselenggarakan Mowilex di Jakarta, Senin (6/7). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Banyak orang tua memilih membatasi aktivitas anak di luar rumah ketika kasus penyakit menular sedang meningkat. Langkah tersebut memang dapat mengurangi risiko paparan virus atau bakteri dari luar, tetapi bukan berarti kondisi di dalam rumah boleh diabaikan.
Pediatrician atau dokter spesialis anak, dr. Ria Yoanita mengingatkan, rumah yang tertutup tanpa sirkulasi udara yang baik justru dapat menjadi tempat berkumpulnya berbagai partikel, mulai dari debu hingga mikroorganisme yang berpotensi mengganggu kesehatan anak. Karena itu, kualitas udara di dalam rumah perlu mendapat perhatian yang sama besarnya dengan upaya melindungi anak dari paparan penyakit di luar.
Menurutnya, saat anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, orang tua harus memastikan lingkungan tempat tinggal tetap sehat, nyaman, dan aman.
"Jadi kalau anak-anak itu sebagian besar akan beraktivitas di rumah, apalagi sekarang sedang banyak orang sakit di luar sana, sehingga pasti kita akan sedikit banyak 'mengurung' anak secara tidak langsung di rumah biar tidak tertular siapa-siapa," kata dr. Ria dalam diskusi Parenting Talk Show: First Space, First Care yang diselenggarakan Mowilex di Jakarta, Senin (6/7).
Namun, ia menegaskan bahwa membatasi aktivitas di luar rumah saja tidak cukup agar anak benar-benar terlindungi.
"Nah, akhirnya di rumah harus benar-benar diperhatikan bahwa rumah itu beneran terlindungi. Tidak cuma kita orang dewasanya yang sakit misalnya terus memakai masker, tapi juga kenyamanan dan keamanan rumah itu seperti apa," lanjutnya.
Ia mengatakan, masih banyak orang tua yang hanya berfokus pada kebersihan rumah, tetapi melupakan faktor lain yang turut menentukan kualitas udara di dalam ruangan. Padahal, kelembapan, suhu, ventilasi, dan pencahayaan saling berkaitan dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak.
"Rumah itu butuh kelembapan diatur, suhu diatur, ventilasi diatur, dan pencahayaannya pun juga harus tepat. Supaya apa? Supaya sirkulasi udaranya, udara yang masuk ke dalam saluran pernapasannya itu jadi baik, sehingga menghindarkan dari penyakit yang paling sering dijumpai oleh anak-anak yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)," jelasnya.
Ia menilai, ventilasi yang baik memiliki peran penting untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah. Jika udara terus terjebak di dalam ruangan tanpa adanya pertukaran dengan udara segar dari luar, berbagai partikel dapat terus berputar di dalam rumah.

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
