
ILUSTRASI: Perumahan di kawasan Sentul, Kab. Bogor, Jawa Bara. Tren rumah heat energi terus berkembang saat ini.(Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Perubahan lanskap kebutuhan energi global dalam beberapa waktu terakhir mendorong munculnya kesadaran baru di tengah masyarakat: energi bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan sumber daya yang harus dikelola dengan bijak.
Perubahan ini terlihat dari bagaimana kebiasaan sederhana mulai menjadi rutinitas. Dari rumah hingga aktivitas di luar, masyarakat perlahan mengadopsi langkah-langkah kecil yang terasa natural, bukan dipaksakan.
Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih, menyampaikan bahwa kekuatan utama dari gaya hidup hemat energi terletak pada konsistensi.
"Kesadaran itu penting, tetapi yang membuatnya berdampak adalah kebiasaan. Ketika langkah sederhana seperti mematikan lampu atau menggunakan energi seperlunya dilakukan setiap hari, di situlah perubahan besar mulai terbentuk," ujarnya.
Hunian kini tidak hanya soal estetika, tetapi juga soal bagaimana energi digunakan secara bijak. Beberapa langkah sederhana yang mulai banyak diterapkan antara lain dengan memanfaatkan cahaya alami di siang hari untuk menciptakan ruang yang lebih hidup sekaligus mengurangi penggunaan lampu.
Mengatur suhu AC di kisaran 24–26°C agar tetap sejuk tanpa konsumsi berlebih dan membiasakan mematikan perangkat elektronik saat tidak digunakan, bahkan untuk durasi singkat.
Gaya hidup hemat energi juga tercermin dalam mobilitas dan kebiasaan harian, seperti memilih berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum untuk jarak dekat hingga menengah, menggabungkan beberapa aktivitas dalam satu perjalanan untuk menghemat waktu dan bahan bakar.
Seiring waktu, praktik-praktik tersebut tidak lagi dianggap sebagai “usaha ekstra”, melainkan bagian dari identitas gaya hidup modern yang lebih mindful. Ada kepuasan tersendiri ketika aktivitas sehari-hari bisa dijalani dengan lebih efisien, tanpa mengorbankan kenyamanan.
Nyiayu juga menambahkan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pelaku industri menjadi kunci dalam memperluas adopsi gaya hidup ini. Edukasi yang berkelanjutan serta solusi yang relevan diyakini mampu menjadikan hemat energi sebagai kebiasaan yang semakin luas diterapkan.
Pada akhirnya, hemat energi bukan lagi tentang membatasi, melainkan tentang memilih, memilih cara hidup yang lebih cerdas, efisien, dan tetap nyaman. Sebuah langkah sederhana yang, ketika dilakukan bersama, mampu membentuk masa depan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
