
Salah satu proyek Farpoint Realty Indonesia yang mengusung konsep ramah lingkungan.
JawaPos.com - Di tengah urgensi krisis iklim global, pelaku industri properti menegaskan langkah konkretnya dalam mendorong pengembangan properti yang ramah lingkungan dan rendah emisi. Salah satunya adalah Farpoint Realty Indonesia, sebagai anak perusahaan Gunung Sewu Group, yang menyatakan komitmen kuat untuk bertransformasi menuju pengembangan berstandar net-zero, sejalan dengan target emisi global dan Perjanjian Paris.
Sebagai salah satu pelaku industri properti yang telah berdiri selama dua dekade, Farpoint kini menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi strategis bisnis. "Kami percaya bahwa properti tidak hanya sekadar bangunan, tapi juga solusi jangka panjang terhadap tantangan lingkungan dan sosial," ujar CEO Farpoint Tatang Widjaja, Sabtu (5/7).
Komitmen tersebut direalisasikan melalui sejumlah proyek andalan, salah satunya adalah apartemen Verde Two di kawasan Jakarta Selatan. Pada Februari 2025, proyek ini menjadi hunian vertikal pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi EDGE Zero Carbon dari International Finance Corporation (IFC), lembaga di bawah World Bank Group. Verde Two mencatat efisiensi energi hingga 50 persen, menjadikannya acuan baru bagi pengembangan residensial hijau di perkotaan.
Tak hanya untuk sektor hunian premium, Farpoint juga merambah segmen menengah lewat proyek Samanea Hill di Parung Panjang, Bogor. Dengan konsep sustainable community living, kawasan ini mengintegrasikan efisiensi energi, sistem transportasi hijau, hingga ruang terbuka hijau seluas 45.000 meter persegi.
Kawasan yang dirancang oleh arsitek ternama Andra Matin tersebut berhasil meraih sertifikasi EDGE dan berbagai penghargaan atas desain hemat energi dan pendekatan arsitektur berkelanjutan. Sementara itu, di segmen komersial, Farpoint menunjukkan inisiatif keberlanjutan lewat proyek Sequis Tower di kawasan SCBD, Jakarta.
Gedung ini telah mengantongi sertifikasi LEED Platinum, standar bangunan hijau tertinggi dari U.S. Green Building Council. Fasilitas ini menjadi magnet bagi perusahaan multinasional yang menuntut ruang kerja dengan kredensial keberlanjutan tinggi sebagai bagian dari prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Gedung dengan sertifikasi hijau kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi tenant global yang menempatkan keberlanjutan sebagai prioritas utama," ujar Direktur Investasi Farpoint Heru Sucahyo.
Farpoint juga aktif berkolaborasi dengan lembaga internasional seperti Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) serta Jakarta Property Institute (JPI) dalam upaya mempromosikan Jakarta sebagai kota global yang adaptif terhadap tantangan lingkungan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
