Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Februari 2018 | 22.56 WIB

Terungkap! Penyebab Apartemen Segmen Menengah ke Bawah Laris

Luke Rowe: sepanjang tahun 2017 tingkat serapan penjualan pasar kondominium berada di angka 63 persen. - Image

Luke Rowe: sepanjang tahun 2017 tingkat serapan penjualan pasar kondominium berada di angka 63 persen.

JawaPos.com - Lembaga konsultan properti Jones Lang LaSalle menyatakan, meskipun tahun 2017 merupakan tahun penuh dengan tantangan bagi industri properti, namun aktivitas penjualan pasar kondominium atau kamar apartemen masih stabil.


Head of Residential, Luke Rowe menyebut, sepanjang tahun 2017 tingkat serapan penjualan pasar kondominium berada di angka 63 persen. “Permintaan terbesar berasal dari pasar kondominium kelas menengah dan menengah kebawah,” ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/2).


Luke menjelaskan, produk kondominium masih menarik berkat inisiatif dari pengembang yang cenderung memanfaatkan akses transportasi sebagai andalan seperti LRT dan MRT untuk menambah daya tarik. Menurutnya, akses transportasi yang kuat dapat menjadi faktor penentu utama masyarakat memilih hunian. Produk apartemen yang berdekatan dengan infrastruktur pendukung. Misalnya kereta dan MRT menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen dalam menentukan pilihan.


“Pengembang masih tetap aktif untuk meluncurkan proyek-proyek terbarunya. Terutama untuk kelas kebawah dengan konsentrasi proyek yang berada di area Jakarta Barat dan Timur,” tandasnya.


Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore