
Ilustrasi properti
JawaPos.com - PT Sentul City Tbk (BKSL) optimistis mampu mencapai target market sales 2017 sebesar Rp 1,2 triliun. Hingga Oktober 2017, BKSL berhasil meraih Marketing Sales sebesar Rp 902,3 miliar.
Di kuartal III-2017, perseroan mencatatkan laba kotor sebesar Rp 338,093 miliar, meningkat 17,83 persen dari Rp 286,9 miliar. Sementara, pendapatan bersih sebesar Rp 715,1 miliar, meningkat 49,56 persen dari Rp 478,14 miliar pada kuartal III-2016.
"Kami optimis target marketing sales tahun 2017 sebesar Rp 1,2 triliun tercapai. Tahun depan kami menargetkan bisa meraih pertumbuhan sekitar 20 persen, dengan target marketing sales sebesar Rp 1,5 triliun," ujar Presiden Direktur PT Sentul City Tbk Keith Steven Muljadi dikutip Indopos (Jawa Pos Grup), Jumat (8/12).
Dia menegaskan pihaknya akan hati-hati pada tahun depan. Situasi ekonomi yang belum kondusif ditambah adanya pemilihan kepala daerah pada 2018. BKSL akan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 700 miliar.
Perseroan akan meluncurkan empat cluster baru sebanyak 361 unit rumah yang akan dibangun di atas lahan seluas 20 hektare dengan target nilai penjualan sebesar Rp 650 miliar pada tahun depan. Sepanjang triwulan III-2017 hingga triwulan II-2018, Sentul City akan menyerahterimakan sekitar 2.000 unit rumah.
Saat ini, PT Sentul City Tbk tengah mengembangkan superblok di Central Business Distric (CBD) Sentul City, di Jl MH Thamrin, Sentul City, Bogor seluas 7,8 hektar yang memiliki luas bangunan mencapai 500.000 meter persegi. Di kawasan superblok CBD, selain pusat perbelanjaan asal Jepang AEON Mall, juga akan dibangun empat tower apartemen, gedung perkantoran, hotel bintang empat dan lima.
BKSL menggandeng Sumitomo Corporation asal Jepang untuk mengembangkan tiga tower apartemen di superblok tersebut. "Tahun depan kami targetkan satu tower apartemen yang bekerjasama dengan Sumitomo terjual dengan target nilai penjualan Rp 550 miliar," ujar Direktur Independen PT Sentul City Tbk Syukurman Larosa.
Sejak dikembangkan pada 1993, Kota Mandiri (township) Sentul City telah dikembangkan seluas 1.000 hektar, dari total lahan seluas 3.100 hektar. Sejumlah fasilitas telah dibangun dan akan terus bertambah di masa datang. Saat ini harga tanah residensial berkisar Rp 7 juta hingga Rp 12 juta per meer persegi, sementara komersial berkisar Rp 12 juta hingga Rp 20 juta per meter persegi. Dalam sepuluh tahun terakhir, harga tanah di Sentul City meningkat 12 kali lipat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
