Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Februari 2018 | 23.39 WIB

Simbiosis Mutualisme, OJK Ajak Bankir Terbitkan Investasi EBA-SP

Ilustrasi pembangunan perumahan yang membutuhkan dukungan pembiayaan - Image

Ilustrasi pembangunan perumahan yang membutuhkan dukungan pembiayaan


JawaPos.com - Pemerintahan era Joko Widodo saat ini bercita-cita semua kebutuhan perumahan masyarakat dapat terpenuhi. Maka pemerintah saat ini tengah menggenjot akses Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar bisa memiliki perumahan yang layak.


Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi mengatakan, pihaknya memberikan solusi agar para bankir dapat turut menerbitkan instrumen investasi Efek Beragunan Aset berbentuk surat Partisipasi (EBA-SP).


Menurutnya, lewat sekuritisasi ini dilakukan agar bank yang merupakan Badan Usaha Milik negara (BUMN) tersebut bisa mendapatkan tambahan modal untuk membangun proyek perumahan, khususnya dalam rangka menyukseskan program sejuta rumah.


Riswinandi mengungkapkan, angka penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) industri keuangan baik bank maupun non-bank mencapai Rp 383 triliun. Namun dari jumlah tersebut baru sedikit bank yang melalukan sekuritisasi melalui instrumen investasi Efek Beragunan Aset berbentuk surat Partisipasi (EBA-SP) yaitu sebesar Rp 2,7 triliun.


“Jumlah ini kurang dari 1 persen dari jumlah kredit KPR yang disampaikan," ungkap Riswinandi, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/2/2018).


Ia menambahkan bahwa dari Rp 2,7 triliun dana EBA-SP yang disalurkan, penyerap terbesar ialah dana pensiun yakni 45,2 persen, kemudian diikuti oleh PT (SMF) 40,3 persen dan perusahaan penjaminan. Sementara itu sisanya 14,5 persen diperoleh dari kontribusi perbankan dan asuransi yayasan.


"Dari sisi kelembagaan baru bank BNI, BTN, dan Mandiri. Mudah-mudahan dari perbankan lainnya bisa memikiran untuk memanfaatkan ini," tuturnya.


Sementara, Senior Vice President Head of Securitization & Loan Purchase Program SMF Sid Kusuma memandang terdapat potensi besar industri perbankan Indonesia dalam sekuritisasi.


"Jadi kalau dilihat dari perbankan kita, ada beberapa bank yang cukup besar, yang mempunyai suasible KPR-KPR, yang kami lihat bisa disekuritisasi, ini merupakan benefit bagi bank-bank tersebut,” imbuhnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore