
Ilustrasi pembangunan perumahan
JawaPos.com - Generasi milenial Indonesia diprediksi menjadi sama dengan orang-orang sepantarannya di Jepang pada 2021. Sama-sama malas memiliki rumah, dan lebih suka menyewa. Anak muda Indonesia perlu lebih sadar sejak dini untuk segera memiliki hunian entah berupa apartemen maupun landed house.
Di negeri Sakura, terutama kota-kota besar, kaum milenial lebih senang menghabiskan penghasilannya untuk menyewa rumah ataupun apartemen. Hal itu diakibatkan oleh mahalnya harga rumah di Jepang. Semakin lama ditunda memiliki hunian, makin jauh pula kemampuan daya belinya.
"Kita bisa kayak Jepang yang generasi milenianya nggak punya rumah. Jadi kalau nggak beli cepet-cepet, dia bisa ketinggalan," ujar Pengamat Ekonomi Ari Kuncoro kepada JawaPos.com di Jakarta, Senin (14/8).
Kaum milenial Indonesia bisa mengubah nasibnya supaya tidak sama dengan anak muda Jepang. Dengan catatan, mereka mau menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli hunian. Selain sebagai tempat tinggal masa depan, rumah juga bisa digunakan untuk investasi jangka panjang.
Hanya saja, lanjut Ari, ada kekhawatiran yang mendalam dari kaum milenial Indonesia saat ini. Kekhawatiran mereka muncul dari ketidakpastian akan pekerjaannya. Dengan maraknya sistem kontrak kerja yang diberlakukan, dan sulitnya menjadi karyawan tetap, membuat mereka berpikir ulang untuk membeli hunian.
"Kalau beli sekarang, dia khawatir jangan-jangan nanti di-PHK. Pertimbangannnya terlalu banyak," kata dia.
Selain itu, para kaum milenial juga disebut khawatir dengan kebijakan pemerintah yang dinilai terlalu agresif dalam menarik pajak dari masyarakat. Padahal, bila pemerintah bisa melakukan solusi yang baik, dirinya percaya para kaum milenial akan lebih percaya diri dalam membeli hunian.
"Perekonomian prospek harus bagus. Perpajakan harus clear. Kalau segala macam saya declare harus clear. perasaan negatif segala macam dihilangkan. misal mau beli apartemen, nanti uangnya disangka hasil uang yang tidak di deklarasi," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
