
Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok diklaim bakal masuk PDIP usai dirinya keluar dari penjara.
JawaPos.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) disebut-sebut akan menjadi tempat berlabuh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) usai keluar dari penjara. Partai berlogo banteng moncong putih ini akan menjadi partai ke 4 bagi politikus asal Belitung Timur itu.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya selalu terbuka dengan siapa saja yang ingin menyalurkan hak politiknya. Sehingga bukan hanya Ahok saja yang bisa bergabung.
"Kan hak setiap warga negara untuk berorganiasi termasuk menyampaikan aspirasinya ke PDIP," ujar Hasto di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (29/11).
Menurut Hasto, setiap warga negara yang ingin bergabung ke PDIP harus setia kepada Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945. Sehingga apabila adanya yang mempunyai kasus menculik dan juga berkhianat tempatnya bukan di PDIP.
"Kami hanya tertutup kepada mereka yang berkhianat, dan yang pernah menculik," katanya.
Bukti PDIP terbuka adalah dengan beberapa waktu menerima pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi menjadi kader dan caleg dari partai bernuansa merah ini. Sehingga PDIP terbuka bagi siapa saja.
"Jadi ini hal yang wajar apalagi PDIP memang sebagai rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya. Jadi kehadiran Ahok dan Yusuf Supendi kami terima dengan baik," pungkasnya.
Adapun, Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat mengaku sudah bertemu langsung dengan Ahok. Pria kelahiran Belitung tersebut dikatakan Djarot, akan bergabung dengan partai berlogo banteng ini.
"Makanya dia (Ahok) bilang, kalau nanti saya masuk politik, saya akan pasti masuk PDIP," ujar Djarot di kawasan Sleman, Jawa Tengah, Senin (26/11).
Lebih lanjut, Djarot mengatakan dalam pertemuannya tersebut, Ahok berkeinginan supaya pendukungnya bisa memberikan pilihan ke Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.
Sehingga Ahok tidak menginginkan pendukungnya yakni 'Ahokers' untuk golput. Karena PDIP berada di garis terdepan dalam membela dan memperjuangkan Pancasila.
Diketahui, Ahok memang sudah beberapa kali pindah partai. Dia mengawali karier politik dengan menjadi kader Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) di Belitung Timur.
Sukses di Belitung, Ahok lalu berlabuh ke Partai Golkar dan berhasil mengunci satu kursi di DPR. Setelah itu, Ahok berpindah ke Partai Gerindra dan dicalonkan sebagai cawagub DKI berdampingan dengan Joko Widodo (Jokowi) pada 2012. Dan kini dikabarkan akan ke PDIP meskipun diketahui Ahok merupakan deklarator Nasdem.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
