Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00.09 WIB

Heboh KPK OTT Rektor Unsoed, Komisi X DPR Tegaskan Dunia Pendidikan Harus Bersih dari Korupsi

ILUSTRASI: Petugas menunjukan barang bukti terkait OTT KPK. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)  - Image

ILUSTRASI: Petugas menunjukan barang bukti terkait OTT KPK. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) 

JawaPos.com - Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Dalam OTT tersebut, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq bersama sejumlah pihak lainnya turut diamankan.

Habib Syarief menilai langkah KPK menjadi momentum penting untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi di lingkungan pendidikan tinggi.

“Kami mendukung penuh langkah KPK. Ini momentum untuk benar-benar bersih-bersih dunia pendidikan dari praktik korupsi. Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang bersih dari praktik-praktik semacam ini,” kata Habib Syarief kepada wartawan, Jumat (21/8).

Menurutnya, perguruan tinggi mempunyai peran besar dalam membentuk karakter sekaligus menentukan masa depan generasi bangsa. Kampus, kata dia, tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat mendapatkan pendidikan dan gelar akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun integritas, idealisme, tanggung jawab, serta nilai-nilai keilmuan.

“Perguruan tinggi adalah tempat menanamkan nilai-nilai kebaikan, ilmu pengetahuan dan idealisme. Karena itu sangat ironis apabila justru menjadi tempat tumbuhnya praktik kotor korupsi,” tegasnya.

Dia juga menyoroti dugaan praktik korupsi yang berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius karena menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan secara adil.

Proses penerimaan mahasiswa baru, lanjutnya, harus dijalankan dengan prinsip transparansi, objektivitas, akuntabilitas, serta bebas dari kepentingan transaksional. Sistem yang sehat diperlukan agar kesempatan menempuh pendidikan tinggi tidak bergantung pada kemampuan finansial ataupun hubungan personal.

“Jangan sampai akses pendidikan tinggi ditentukan oleh kemampuan membayar atau kedekatan dengan pihak tertentu. Setiap calon mahasiswa harus mendapatkan kesempatan yang adil berdasarkan mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Habib Syarief mendorong KPK mengusut perkara tersebut secara menyeluruh. Ia meminta proses hukum tidak hanya berhenti pada pihak yang telah diamankan dalam OTT, melainkan menelusuri seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.

“Silakan KPK mengusut sampai tuntas. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum. Jangan ada tebang pilih. Tetapi kita juga harus tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dalam proses hukumnya,” ujarnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore