
Ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan memadati Posko Pandegiling, Jalan Pandegiling, Surabaya, dalam peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli atau Tragedi 27 Juli 1996, Jumat (24/7/2026) malam. (Istimewa)
JawaPos.com - Ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan memadati Posko Pandegiling, Jalan Pandegiling, Surabaya, dalam peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli atau Tragedi 27 Juli 1996, Jumat (24/7/2026) malam.
Acara bertajuk "Merawat Sejarah, Mewariskan Perjuangan" ini didesain seperti semangat awal, yakni mimbar demokrasi dan menghadirkan cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno, mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH, Kepala Badan Sejarah DPP PDI Perjuangan Bonnie Triyana, budayawan Agung Sinta, serta senior kader Promeg (Pro Megawati) Baktiono.
Jagad Hariseno, putra tokoh senior PDI Perjuangan Insinyur Sutjipto, membuka rangkaian acara sebagai penjaga posko peninggalan sang ayah. Dia mengaku terharu mendengar himne partai dikumandangkan di tempat yang dulu setiap hari dipenuhi kader-kader perjuangan.
"Saya di sini cuma sebagai tunggu tutup, istilahnya menjaga peninggalan dari keluarga yang sekaligus juga saksi bisu sejarah Partai PDI Perjuangan," kata Seno.
Seno mengenang detik-detik saat Megawati Soekarnoputri mendeklarasikan diri sebagai ketua umum PDI secara de facto di posko tersebut. "Di situlah baru saya menyadari bahwa keberanian itu adalah sebuah modal yang harus dipakai sebagai semangat perjuangan," ujarnya.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Puti Guntur Soekarno menegaskan bahwa peristiwa Kudatuli bukan sekadar sejarah kelam milik PDI Perjuangan atau keluarga Megawati semata. "Kudatuli ini bukan milik PDI Perjuangan, bukan hanya milik Megawati, bukan hanya milik PDI. Kudatuli adalah satu tragedi, satu pelanggaran berat, yang menjadi milik rakyat Indonesia," kata Puti.
Puti berharap generasi muda, termasuk Gen Z dan Gen Y, turut hadir dan memahami bahwa demokrasi yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan berdarah para senior partai. "Mereka yang harus berterima kasih ketika hari ini mereka bisa bersuara," ujarnya.
Puti kemudian memimpin mengheningkan cipta untuk mengenang para pejuang yang telah wafat. "Mari kita heningkan cipta untuk almarhum Pak Sutjipto, untuk almarhum Pak Sukomo, untuk para sahabat pejuang, senior-senior pejuang yang telah meninggalkan kita," katanya.
Bambang DH mengisahkan kronologi menjelang kerusuhan berdarah itu. Menurutnya, sehari sebelum kerusuhan pecah di Jakarta pada Sabtu, para kader PDI Pro Megawati di Surabaya sempat rapat merencanakan aksi turun jalan pada 28 Juli 1996.
Rencana aksi yang semula diperkirakan diikuti sekitar sepuluh ribu massa itu sempat dibatalkan menyusul kabar kerusuhan di Jakarta, sehingga yang akhirnya turun ke jalan tersisa sekitar lima ribu orang. Massa yang bergerak dari kawasan Kebun Binatang Surabaya menuju Jalan Diponegoro itu kemudian dipukul mundur aparat, dan sejumlah kader ditangkap serta ditahan di Kodim Surabaya Selatan, termasuk mendiang Adi Sutarwijono yang belakangan menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022