
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mendatangi Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Jumat (17/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Pengacara kondang Hotman Paris membeber alasannya mendampingi eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
Hotman mengaku, dirinya tergerak karena merasa merasa miris. Sebab, Febrie adalah salah seorang jaksa yang dia nilai sukses. Berdasar catatannya, lebih kurang Rp 430 triliun kerugian negara sudah dikembalikan oleh Febrie selama bertugas di Kejaksaan.
”Saya melihat benar-benar saya merasa miris. Karena apa? Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo,” ucap Hotman kepada awak media pada Jumat malam (17/7).
Menurut Hotman, kerja-kerja yang dilakukan oleh Febrie sangat luar biasa. Dalam setahun memimpin Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), lebih kurang Rp 300 triliun kerugian negara sudah dikembalikan. Kemudian dari berbagai kasus yang ditangani oleh Jampidsus Kejagung, sudah Rp 130 triliun masuk kas negara.
”Sebagai Satgas PKH Rp 300 triliun dalam satu tahun, Kemudian pengembalian kerugian negara dapat Rp 130 triliun, sudah 430 triliun kembali, dibanggakan oleh presiden,” tegasnya.
Karena itu, saat melihat Febrie ‘digoyang’ lewat kasus korupsi dan TPPU, Hotman merasa miris. Dia melihat Febrie sebagai tangan kanan jaksa agung yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan diperlakukan secara tidak adil.
”Sekarang kenapa seorang Hotman Paris yang sudah sukses mau (mendampingi Febrie)? Ingat, saya 25 tahun sebagai pengacaranya Prabowo. Semua perkara besar dia, termasuk adiknya Hashim, saya yang pegang,” ujarnya.
Secara tegas, Hotman menyatakan bahwa kliennya sudah dikriminalisasi. Lebih dari itu, dia merasa marwah presiden yang sudah puluhan tahun menjadi kliennya dirusak. Karena itu pula, dia merasa tertantang untuk membantu Febrie lepas dari segala tuduhan.
”Saya tidak minta imbalan apa pun walaupun semua konglomerat klien saya. Itulah saya mau, saya terpanggil karena saya merasa ada yang benar,” imbuhnya.
Dalam kasus tersebut, Febrie menjadi tersangka bersama Don Ritto. Polisi sudah melakukan penggeledahan di belasan tempat dan mengamankan sejumlah uang serta emas batangan. Nilai totalnya ratusan miliar rupiah. Bahkan lebih dari setengah triliun. Kini kasusnya ditangani oleh Tim Khusus Kejagung.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
