
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, usai mengisi kuliah umum di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Kamis (11/6). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dinilai berpotensi mengguncang perekonomian kelas menengah. Pasalnya, harga BBM seperti Pertamax kini melonjak menjadi Rp 16.250 per liter.
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyikapi kenaikan harga BBM nonsubsidi yang mulai diterapkan pada Rabu (10/6) kemarin. Hasto menuturkan kekhawatiran soal dampak kenaikan ini kepada masyarakat.
"Ya kalau kita lihat ini kan sebagaimana diungkapkan salah satu media, ini kan mengguncangkan kelas menengah," kata Hasto ditemui usai mengisi kuliah umum di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Kamis (11/6).
Hasto menekankan, kenaikan harga BBM seharusnya menjadi opsi paling akhir dalam menyikapi fiskal negara. Ia memahami kenaikan harga BBM semata untuk menekan pendapatan negara dari bukan hasil pajak.
"Kebijakan-kebijakan yang menciptakan multiplier yang begitu luas dalam perikehidupan rakyat seperti kenaikan BBM itu harus dilakukan sebagai suatu opsi yang paling akhir," tegasnya.
Menurutnya, pemerintah seharusnya dapat membuka mata atas setiap kritik masyarakat. Ia menyebut publik saat ini resah atas kebijakan pemerintah yang tidak mengedepankan kepentingan rakyat.
"Banyak kebijakan-kebijakan yang harus dilakukan seperti konsolidasi fiskal, gerakan penghematan secara nasional, pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, kritik terhadap MBG yang ternyata juga banyak korupsi di dalam program populis tersebut, ini yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu oleh pemerintah," cetusnya.
Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengumumkan kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
Sementara itu, harga BBM nonsubsidi lainnya tidak mengalami perubahan. Pertamax Turbo (RON 98) tetap dijual Rp 20.750 per liter, Dexlite (CN 51) Rp 23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp 24.800 per liter.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022