Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juni 2026 | 00.18 WIB

Kritisi Kenaikan Harga Pertamax, PDIP Sebut bakal Guncang Perekonomian Kelas Menengah 

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, usai mengisi kuliah umum di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Kamis (11/6). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, usai mengisi kuliah umum di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Kamis (11/6). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dinilai berpotensi mengguncang perekonomian kelas menengah. Pasalnya, harga BBM seperti Pertamax kini melonjak menjadi Rp 16.250 per liter.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyikapi kenaikan harga BBM nonsubsidi yang mulai diterapkan pada Rabu (10/6) kemarin. Hasto menuturkan kekhawatiran soal dampak kenaikan ini kepada masyarakat.

"Ya kalau kita lihat ini kan sebagaimana diungkapkan salah satu media, ini kan mengguncangkan kelas menengah," kata Hasto ditemui usai mengisi kuliah umum di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Kamis (11/6).

Hasto menekankan, kenaikan harga BBM seharusnya menjadi opsi paling akhir dalam menyikapi fiskal negara. Ia memahami kenaikan harga BBM semata untuk menekan pendapatan negara dari bukan hasil pajak.

"Kebijakan-kebijakan yang menciptakan multiplier yang begitu luas dalam perikehidupan rakyat seperti kenaikan BBM itu harus dilakukan sebagai suatu opsi yang paling akhir," tegasnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya dapat membuka mata atas setiap kritik masyarakat. Ia menyebut publik saat ini resah atas kebijakan pemerintah yang tidak mengedepankan kepentingan rakyat.

"Banyak kebijakan-kebijakan yang harus dilakukan seperti konsolidasi fiskal, gerakan penghematan secara nasional, pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, kritik terhadap MBG yang ternyata juga banyak korupsi di dalam program populis tersebut, ini yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu oleh pemerintah," cetusnya.

Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengumumkan kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi lainnya tidak mengalami perubahan. Pertamax Turbo (RON 98) tetap dijual Rp 20.750 per liter, Dexlite (CN 51) Rp 23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp 24.800 per liter.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore