Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI Said Iqbal meluapkan amarahnya terhadap ketatnya pengamanan aksi unjuk rasa buruh di sekitar Istana Negara, Senin (29/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6).
Langkah strategis ini menandai babak baru bagi sang tokoh buruh dalam peta politik nasional. Memiliki kedudukan setingkat menteri, posisi baru ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 137 Tahun 2024.
Lantas, seperti apa sepak terjang dan profil Said Iqbal hingga akhirnya dipercaya masuk ke dalam lingkaran dalam istana?
Dikutip dari berbagai sumber, Said Iqbal lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968. Ia tumbuh besar di ibu kota meski darahnya mengalir kental dari Aceh. Ayahnya berasal dari Pidie, sedangkan sang ibu berasal dari Aceh Barat.
Sejak muda, Said memang sudah menonjol. Saat bersekolah di SMA Negeri 51 Jakarta, ia dikenal sebagai siswa berprestasi dan lulus sebagai juara umum pada tahun 1987.
Minatnya pada dunia teknik membawanya kuliah di Politeknik Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI), yang kemudian dilanjutkan ke jenjang S1 Teknik Mesin di Universitas Jayabaya. Tak berhenti di sana, ia mempertajam analisis ekonominya dengan meraih gelar Master (S2) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Dari Buruh Pabrik hingga Raih Penghargaan Dunia
Perjalanan profil Said Iqbal sebagai aktivis buruh dimulai dari bawah. Pada tahun 1992, ia dipercaya menjadi ketua umum serikat pekerja di sebuah perusahaan elektronik multinasional di Bekasi.
Menurut Said, ia bekerja selama 30 tahun di perusahaan multinasional, dan saat pensiun menerima pesangon sebesar "miliaran" rupiah.
Pasca-reformasi, Said Iqbal bersama rekan-rekannya mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Dedikasinya membawa ia terpilih menjadi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sejak 2012.
Hebatnya, kiprah Said Iqbal diakui hingga level global. Pada tahun 2013, ia menyabet penghargaan internasional bergengsi sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia (The Febe Elisabeth Velasquez Award) dari serikat pekerja Belanda, FNV.
Ia berhasil menyisihkan 200 kandidat dunia berkat militansinya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan kebebasan berserikat. Tak hanya itu, ia juga merupakan salah satu tim perumus UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Perjalanan Politik dan Kebangkitan Partai Buruh
Jalur politik Said Iqbal penuh liku. Ia sempat maju sebagai caleg DPR RI dapil Kepulauan Riau lewat PKS pada Pemilu 2009 namun gagal. Pada Pilpres 2019, ia menjadi pendukung militan pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno dan kerap mengkritik kebijakan ketenagakerjaan pemerintah saat itu lewat buku-bukunya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
