
Anggota Komisi XI DPR RI, Primus Yustisio, melontarkan kritik keras kepada Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Istimewa)
JawaPos.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Primus Yustisio, melontarkan kritik keras kepada Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.
Primus meminta Perry mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya. Pernyataan itu disampaikan menyusul nilai tukar rupiah yang terus tertekan hingga menyentuh level Rp 17.700 per dollar AS.
“Pak Perry yang saya hormati, kadang Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman, itu bukan penghinaan, Pak. Mungkin sudah saatnya Bapak mengundurkan diri. Tidak ada salah, selanjutnya terserah Bapak tentu saja,” kata Primus dalam rapat bersama jajaran BI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5).
Baca Juga:IHSG Anjlok, Purbaya: Masalah Sentimen yang Agak Pendek, Pemerintah Fokus Jaga Fondasi Ekonomi
Politikus PAN yang juga dikenal sebagai pemeran 'Panji Manusia Milenium' pada era 1999-2001 itu menilai langkah mundur bukan sesuatu yang memalukan bagi seorang pejabat publik.
“Anda akan lebih dihormati seperti di Korea dan Jepang. Kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik seperti itu,” tegasnya.
Primus menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilainya tidak biasa. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat cukup tinggi secara tahunan, namun di sisi lain nilai tukar rupiah justru mengalami tekanan hebat terhadap dolar AS.
“Bahkan sekarang ada di level rekor terendahnya terhadap dolar AS,” ujarnya.
Ia juga menilai, pelemahan rupiah tidak hanya terjadi terhadap dollar AS, tetapi juga terhadap berbagai mata uang asing lainnya. Ia menegaskan, kondisi tersebut memunculkan keraguan investor global terhadap kemampuan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas kurs.
“Ini yang menurut saya harus tajam dipertanyakan, di pertemuan terakhir saya pertanyakan (rupiah) di Rp 16.800 (per USD) kenapa rupiah kita ini lemah. Kalau dibandingkan, dan ironisnya, (melemah) terhadap semua mata uang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Primus menegaskan BI tidak boleh tinggal diam menghadapi gejolak tersebut. Ia menilai, upaya menjaga stabilitas rupiah saat ini sudah mulai kehilangan kepercayaan dari pelaku pasar.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
