SATU BARISAN: Epyardi Asda, Mardiono, dan M. Amir Uskara dalam satu pertemuan di Jakarta beberapa hari lalu. (Istimewa untuk JawaPos.com)
JawaPos.com - Kontestasi menjelang Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semakin panas. Para politisi saling mengeluarkan pernyataan dalam dukungan kandidat yang akan memimpin partai berlambang ka'bah.
Politikus PPP Epyardi Asda yang semula sempat mendapat dorongan dari sejumlah kader PPP untuk maju di Muktamar X sebagai salah satu kandidat ketua umum, kini menyatakan mendukung Mardiono untuk melanjutkan perjuangan PPP. Apalagi saat ini PPP tidak berada di parlemen.
Epyardi Asda berharap Mardiono mampu membangkitkan kembali PPP dan bisa berada di DPR. Pernyataan mantan ketua DPP PPP itu disampaikan setelah dirinya berkomunikasi langsung dengan Mardiono, M. Amir Uskara, Arwani Thomafi, dan Muhammad Idror (Gus Idror). "Saya sudah berkomunikasi dengan mereka dan menyatakan mendukung Mardiono untuk maju menyelamatkan PPP," ujar Epyardi Asda kepada JawaPos.com pada Jumat malam (26/9).
Menurut dia, dalam membesarkan PPP dibutuhkan kondisi pengurus atau tim yang guyup. Seluruh kader, tokoh, dan ulama yang selama ini berada di barisan PPP harus bersatu dan guyup. "Langkah ini demi mengembalikan PPP sebagai partai umat untuk berjuang demi bangsa,"tegasnya.
Epyardi Asda yang pernah menjadi Bupati Solok itu mengatakan, dalam kontestasi di Muktamar X, PPP sangat terbuka dengan siapa saja. Jika ada tokoh atau figur yang mau bergabung sangat diterima oleh kader. "Namun gabung partai jangan langsung jadi ketua umum. Mulailah dari kader dan pengurus harian dulu," ungkapnya.
Dia sangat prihatian dengan adanya oknum-oknum kader atau orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai tokoh PPP. Orang itu kerap "menjual" PPP ke pihak luar demi kepentingan pribadi atau golongan tertentu. Contohnya Muhammad Romahurmuziy.
Dia menekankan sangat sampai ada muncul orang-orang yang ingin "menjual" partai ini. "Romy (Romahurmuziy,red) stop menjual partai ini. Jangan menjual klaim-klaim tertentu demi kepentinganmu," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPW PPP Aceh Ishak Yusuf mengungkap saat ini arus bawah PPP di Aceh mayoritas telah berkomitmen memberi dukungan kepada Mardiono. PPP perlu hijrah untuk meraih kemenangan. PPP harus beralih dari model kepemimpinan sekarang menuju kepemimpinan baru yang lebih progresif.
"Ketum PPP nanti harus mampu menakhodai partai untuk meraih kembali kursi DPR yang hilang dan menempatkan eksistensi PPP menjadi udara bagi napas kehidupan umat,” pungkas Ishak Yusuf.
Sebagaimana diketahui, Muktamar X PPP dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 27-29 September 2025. Salah satu agendanya memilih ketua umum PPP untuk periode 2025-2030.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
